Image

Wah! Hilang 11 Tahun, Pengusaha Hong Kong Ditemukan Sebagai Gelandangan

Nurfajerin Desiyani, Jurnalis · Sabtu 12 Agustus 2017, 04:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 11 18 1754158 wah-hilang-11-tahun-pengusaha-hong-kong-ditemukan-sebagai-gelandangan-Sf8VQm04LN.jpg Chan Chi, pengusaha yang hilang 11 tahun lalu ternyata menjadi gelandangan di China. (Foto: HK01)

HONG KONG - Selama 11 tahun, Chan Chi berkeliaran di jalan-jalan di China. Ia tidak memiliki tempat tinggal, bahkan mencari makanan di tempat sampah.

Januari lalu, seorang sukarelawan dari LSM "Return Love Home", Cheung, bertemu Chan pada sepanjang jalan di Guangdong, China. Cheung pun sering berinteraksi dengan Chan. Menurut Cheung, Chan adalah pria yang pandai berbicara dan sopan. Namun, ia hanya mau berkomunikasi dengan tulisan.

Setelah beberapa kali bertemu dengan Cheung, Chan mulai membuka diri. Ia memberikan kartu identitasnya dan bercerita mengenai dirinya. Setelah Chan banyak bercerita, Cheung sadar bahwa Chan merupakan seorang pengusaha asal Hong Kong yang telah lama hilang.

Akhirnya, bulan lalu Cheung menghubungi keluarga Chan dengan panggilan video untuk memberitahu keberadaan Chan.

"Mereka semua sangat terharu, semua orang menangis," kata Cheung, kepada HK01, seperti dinukil dari Coconuts, Sabtu (12/8/2017).

Istri Chan berkata, “Anak-anak sudah dewasa, kamu pergi ke mana saja?”

Lalu Chan menangis.

Cheung kemudian membawa pengusaha tersebut kepada kerabatnya yang bernama Wan Chai ke apartemennya. Ia juga mengurus keperluan kepulangan Chan ke pelukan keluarga terkasih.

Istri Chan, Yeung mengatakan, ia menikah dengan Chan sejak 1991 dan memiliki 2 anak laki-laki. Yeung menjelaskan, Chan adalah pemilik e-commerce serta sering pergi ke Shenzhen dan Hong Kong untuk bisnis. Namun Chan hilang tepat di hari ulang tahun anak pertamanya pada 2006, sejak itu tidak ada kabar berita mengenai Chan.

Yeung bercerita, dia menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencari Chan. Namun Yeung menyerah setelah Chan tidak menghadiri pemakaman ibunya pada 2010. Dia dan kedua anaknya kemudian pindah ke Kunming, di provinsi Yunnan, China Selatan.

"Setelah bertahun-tahun tanpa sepatah kata darinya, saya pikir dia tidak lagi hidup. Saya tidak pernah menyangka dia bisa tidur di jalanan," kata Yeung. (rfa)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini