“Pohon yang ditebang bukan pohon Perhutani dan lagian Kakek Apud nebang buat ganti tiang rumahnya yang hampir roboh,” ungkap Maman.
Kasus ini menurut Maman sangat disayangkan, terlebih aparat tak bisa membedakan petani dengan cukong. Apalagi, kondisi ekonomi Kakek Apud bisa dikatakan jauh dari kata sejahtera. Ia hanya tinggal di gubuk reot bersama sang istri, Dewi beserta ketiga anaknya. Hingga kini nelum diketahui kelanjutan kasus yang menimpa Kakek Apud.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.