DETIK-detik jelang proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia oleh Presiden Soekarno di kediamannya Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta Pusat, ternyata sangat mendebarkan. Hal itu sebagaimana diungkapkan salah seorang saksi sejarah bernama Sudiro. Ia merupakan tokoh berpengaruh di sebuah pasukan Barisan Pelopor.
Barisan Pelopor sendiri diketahui sebagai organisasi sayap pemuda dari Jawa Hokookai atau Kebaktian Rakyat Pulau Jawa yang dibentuk pada Juli 1944 oleh Jepang. Barisan Pelopor berpusat di Kantor Jawa Hokookai yang terletak di Lapangan Banteng –saat ini Gedung Mahkamah Agung (MA). Barisan Pelopor terlihat tidak mengenakan seragam, tetapi terdapat lencana berbentuk kepala banteng di dalam lingkaran yang melekat di baju bagian dada kiri.
Sebagaimana dikutip dari buku 'Seputar Proklamasi Kemerdekaan' yang disunting oleh Hendri F Isnaeni, Rabu (16/8/2017), Barisan Pelopor-lah yang mengawal tokoh-tokoh penting di negeri ini hingga terlaksananya proklamasi kemerdekaan. Kemudian pada 16 Agustus 1945, akhirnya tibalah Barisan Pelopor menjalankan peran penting untuk kemerdekaan Indonesia.
Mereka mendapat kabar bahwa pada 17 Agustus 2017, Ir Soekarno dan Mohammad Hatta bakal mengumumkan proklamasi kemerdekaan. Lokasinya ada di Lapangan Ikatan Atletik Djakarta (Ikada) –sekarang Lapangan Merdeka– pada pagi hari. Hal tersebut sebagaimana dilaporkan oleh dr Muwardi selaku pemimpin Barisan Pelopor untuk Kota Istimewa Djakarta.
Pasukan tersebut lalu diperintahkan untuk memberikan pengamanan di sana sebelum pukul 09.30 WIB. Segera, Sudiro selaku pimpinan sehari-hari langsung menghubungi pimpinan Barisan Pelopor di kawedanan –wilayah administrasi kepemerintahan di bawah kabupaten– untuk menyebarkannya ke tingkat kecamatan dan kelurahan serta bersiap di lokasi pada pagi-pagi sekali.
Namun di luar dugaan, ternyata ketika dipantau sebelum bersiap membacakan proklamasi kemerdekaan, banyak serdadu Jepang sudah berada di Lapangan Ikada. Tidak diketahui, apakah mereka sudah mengetahui rencana besar ini? Atau, ada faktor lain. Otomatis pihak-pihak Barisan Pelopor pun kembali berkoordinasi.