Namun, Hitler tahu bahwa dirinya harus terus berpacu dengan waktu. Jika ingin merenggut Polandia, ia harus melakukannya dengan segera sebelum pihak Barat membentuk aliansi baru. Hitler mengirim Menteri Luar Negeri Joachim von Ribbentrop ke Moskow dengan misi merangkul Uni Soviet.
Dinukil dari History, Rabu (23/8/2017), kedua pihak sepakat untuk membagi Eropa Timur ke dalam kekuasaan masing-masing. Jerman dan Uni Soviet juga seiya sekata untuk tidak saling mengganggu dalam proses menaklukkan wilayah masing-masing di Eropa Timur.
Kesepakatan itu dikukuhkan lewat perjanjian yang ditandatangani Joachim von Ribbentrop dengan Menteri Luar Negeri Uni Soviet, VM Molotov, pada 23 Agustus 1939. Perjanjian tersebut sering kali disebut sebagai Pakta Ribbentrop-Molotov, sesuai dengan para penanda tangan.
Akan tetapi, pakta tersebut tidak disambut baik oleh pendukung gerakan Bolshevik di Uni Soviet. Mereka marah dan menganggap Stalin menghancurkan upaya internasionalisasi sosialisme. Bolshevik murka karena Stalin mau-maunya bersisian dengan diktator fasis seperti Adolf Hitler.
Tentu saja kesepakatan tersebut tidak berlangsung lama. Segera setelah Jerman menguasai Polandia, aliansi yang terjalin langsung runtuh. Bahkan, Uni Soviet berjasa untuk menyingkirkan Jerman dari Polandia yang ditandai dengan banyaknya patung tentara merah Uni Soviet di negara tersebut.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.