(Baca: UU ITE Dinilai Belum Cukup, DPR Usulkan Buat PP Tindak Jaringan Penyebar Hoax)
Di Indonesia, jelas Astari, konten hoax umumnya berkaitan dengan persoalan politik. Oleh karena itu, program penggalakan literasi medsos menjadi penting karena terkait kemampuan membaca dan memahami konteks suatu permasalahan.
"Poin dari literasi medsos adalah berpikir kritis. Artinya kalau orang sudah berpikir kritis akan menekan seminimal mungkin hanya percaya kepada kebenaran saja," jelas dia.
Sebagaimana diketahui, Polri baru saja membongkar sindikat penyebar ujaran kebencian dan SARA melalui media sosial. Kelompok tersebut bernama Saracen. Hingga kini akun yang tergabung di dalamnya berjumlah ratusan ribu.