Duh! Mantan PM Thailand Kabur Jelang Pembacaan Putusan Kasus Subsidi Beras

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Minggu 27 Agustus 2017 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 27 18 1763868 duh-mantan-pm-thailand-kabur-jelang-pembacaan-putusan-kasus-subsidi-beras-S2Yg3knnvu.jpg Mantan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra dikabarkan melarikan diri ke Dubai (Foto: Reuters)

BANGKOK – Mantan Perdana Menteri (PM) Thailand, Yingluck Shinawatra, dikabarkan telah kabur ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Perempuan berusia 50 tahun itu melarikan diri jelang pembacaan putusan atas kasus dugaan korupsi subsidi beras.

Fakta tersebut diungkapkan oleh Partai Puea tempat Yingluck bernaung. Adik dari Thaksin Shinawatra itu memang meninggalkan Thailand sejak Jumat 25 Agustus 2017. Namun, tujuan kaburnya Yingluck tidak diketahui hingga diumumkan oleh Partai Puea.

BACA JUGA: Yingluck Shinawatra, Perdana Menteri Thailand Anyar 

“Kami mendengar dia pergi ke Kamboja dan kemudian Singapura. Dari sana dia terbang ke Dubai. Dia telah tiba dengan selamat dan berada di sana sekarang,” tutur seorang pejabat senior dari Partai Puea, seperti dimuat BBC, Minggu (27/8/2017).

Dubai diketahui merupakan tempat mantan Perdana Menteri (PM) Thaksin Shinawatra hidup dalam dalam pengasingan. Ia melarikan diri ke UEA untuk menghindari hukuman atas kasus korupsi sejak 2008.

Yingluck terseret kasus dugaan penyelewengan dana subsidi beras nasional. Ia berkali-kali menghindari persidangan atas kasus tersebut. Namun, Otoritas Thailand sudah menerbitkan surat perintah penahanan dan jaminannya untuk bebas sudah dicabut.

Majelis Hakim sudah menetapkan akan membacakan putusan atas kasus dugaan penyelewengan dana subsidi beras itu pada 27 September 2017. Jika terbukti bersalah dalam kasus yang diproses selama dua tahun belakangan, Yingluck terancam hukuman hingga 10 tahun penjara serta dilarang berkecimpung di dunia politik secara permanen.

BACA JUGA: Yingluck Shinawatra Jalani Sidang Pertama Impeachment

Yingluck Shinawatra mencatatkan sejarah sebagai perempuan PM Thailand pertama sepanjang sejarah pada 2011. Namun, ia dimakzulkan pada 2015 akibat kasus dugaan penyalahgunaan dana subsidi beras oleh parlemen yang didominasi pihak militer.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini