MANILA – Keturunan mantan diktator Filipina, Ferdinand Marcos, diklaim memberikan tawaran untuk menyerahkan sebagian hartanya ke pemerintah. Klaim tersebut disampaikan oleh Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.
Sekadar informasi, pria yang bernama lengkap Ferdinand Emmanuel Edralin Marcos itu menjabat sebagai Presiden Filipina dari 1965 hingga 1986. Kepemimpinannya sebagai diktator menyeruak ketika ditetapkannya status darurat militer di Filipina pada 1972 sampai 1981.
Kepemimpinan Marcos berakhir ketika pecahnya revolusi Filipina pada 1986. Revolusi tanpa kekerasan ini pun memicu kembalinya demokrasi ke Filipina dan membuat keluarga Marcos diasingkan ke Amerika Serikat.
BACA JUGA: Rencana Pemakaman Diktator Filipina Menuai Kritik
BACA JUGA: Mumi Ferdinand Marcos Dipajang Keluarga, Sebelum Pindah ke TMP Manila
Sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis (31/8/2017) Ferdinand Marcos dan istrinya, Imelda, dituding menimbun harta bernilai USD10 miliar yang mereka ambil dari kas negara. Harta bernilai fantastis itu diduga dikumpulkan selama Ferdinand Marcos memimpin Filipina selama 20 tahun.
Namun di tengah usaha pengembalian harta pemerintah Filipina, Duterte sempat disebut akan menghapus lembaga negara yang sebelumnya berhasil menyita harta Marcos dan keluarganya sekira 170 miliar peso.
BACA JUGA: Duterte Izinkan Diktator Filipina Dikuburkan di Pemakaman Pahlawan
BACA JUGA: Mantan Diktator Filipina Akhirnya Diizinkan Dimakamkan sebagai Pahlawan
Untungnya titik terang muncul pada Selasa 29 Agustus 2017 ketika Duterte memberikan pidatonya di depan sejumlah pejabat Filipina. Pada pidato tersebut, sang Presiden Filipina mengklaim keluarga Marcos memiliki niat untuk menyerahkan hartanya ke pemerintah.
“Mereka (keluarga Marcos) memberi tahu saya mereka terbuka dengan semuanya dan kemungkinan mengembalikan apa yang belum terbongkar,” ujar Duterte.
Duterte menambahkan, keluarga Marcos bahkan berjanji untuk mengembalikan beberapa emas batangan mereka ke Pemerintah Filipina. Sayangnya, Duterte tidak menyebut nama dari keluarga Marcos yang berniat mengembalikan tersebut serta berapa tepatnya jumlah harta yang akan diserahkan mereka kepada Pemerintah Filipina.
Walau masih belum bersifat jelas, Duterte mengatakan bahwa ia menerima tawaran tersebut. Ia juga akan menunjuk utusan yang berasal dari pensiunan hakim Mahkamah Agung Filipina untuk menjadi perwakilan pemerintah dalam negosiasi pengembalian harta tersebut.
(Emirald Julio)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.