nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Larangan Warga AS Berkunjung ke Korut Resmi Berlaku

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Jum'at 01 September 2017 20:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 01 18 1767710 larangan-warga-as-berkunjung-ke-korut-resmi-berlaku-stPp1LNZcY.jpg Sedikitnya 1.000 orang turis asal Amerika Serikat (AS) berkunjung ke Korut setiap tahun (Foto: Getty Images)

WASHINGTON – Larangan bagi warga Amerika Serikat (AS) untuk bepergian ke Korea Utara (Korut) resmi berlaku mulai 1 September 2017. Larangan tersebut sudah diumumkan sejak jauh hari, terutama setelah meninggalnya mahasiswa AS bernama Otto Warmbier.

BACA JUGA: Sempat Koma, Mahasiswa AS yang Dibebaskan Korut Akhirnya Meninggal 

Kementerian Luar Negeri AS berpendapat, larangan tersebut sangat penting mengingat risiko yang meningkat dan serius terkait penahanan warga Negeri Paman Sam di Korut. Jika warga AS melanggar aturan tersebut, pelaku bisa dijatuhi hukuman setara penjahat kriminal dan pencabutan paspor.

Meski demikian, Kementerian Luar Negeri AS tetap akan memberikan izin bagi warganya yang ingin pergi ke Korut dengan syarat yang sangat terbatas. Izin hanya akan diterbitkan untuk kepentingan peliputan (jurnalistik) atau proyek kemanusiaan.

Menurut data sejumlah agen perjalanan, sedikitnya 1.000 orang warga AS mengunjungi Korut setiap tahun. Namun, perjalanan pada Kamis 31 Agustus 2017 menjadi paket wisata terakhir yang diberikan oleh agen kepada turis asal Amerika.

“Meski larangan hanya berdampak pada warga Amerika, tentu saja itu seperti mengirimkan pesan dari AS bahwa mereka percaya orang-orang tidak seharusnya berkunjung ke Korea Utara,” ujar Manajer Umum Koryo Tours, Simon Cockerell, sebagaimana dilansir BBC, Jumat (1/9/2017).

Sebagaimana diketahui, Otto Warmbier ditahan dan dipenjara pada 2016 karena dituduh mencuri spanduk propaganda Pemerintah Korut dari sebuah hotel saat berwisata. Ia baru dibebaskan dan dikembalikan dalam kondisi koma ke keluarga pada Juni 2017. Pria berusia 22 tahun itu meninggal beberapa hari berselang.

BACA JUGA: Korut Bebaskan Mahasiswa AS dengan Alasan Kemanusiaan 

Kementerian Luar Negeri menuturkan, sedikitnya 16 orang warga AS pernah ditahan di Korut selama 10 tahun terakhir. Sebagian besar warga yang ditahan adalah misionaris, jurnalis, dan profesor berpaspor AS. Washington beberapa kali menuduh Pyongyang sengaja menahan warganya untuk digunakan sebagai alat negosiasi terkait program nuklir dan rudal.

Pihak Kementerian Luar Negeri AS dalam pernyataan resmi menyatakan, siapa saja yang mengunjungi Korut harus paham bahwa mereka tidak boleh meminta privasi. Itu berarti alat-alat elektronik harus melalui pemeriksaan ketat dan otoritas diperbolehkan memonitor daftar panggilan telefon bagi siapa saja yang berkunjung ke Korut.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini