Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

OKEZONE STORY: Perang Gombe, Konflik Berdarah Antar-Kelompok Simpanse di Tanzania

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Minggu, 03 September 2017 |08:01 WIB
OKEZONE STORY: Perang Gombe, Konflik Berdarah Antar-Kelompok Simpanse di Tanzania
Ilustrasi bentrok antar-kelompok simpanse (Foto: Konrad Wothe/NPL)
A
A
A

KONFLIK berdarah yang memakan korban jiwa biasanya terjadi antara manusia dengan manusia lainnya. Alasan apapun dijadikan pembenaran untuk membunuh satu sama lain di medan perang. Tapi, tahukah Anda bila ternyata konflik berdarah juga pernah terjadi di dunia hewan?

Sejarah tersebut terkuak ketika pengamat simpanse, Jane Goodall, pergi ke Taman Nasional Gombe Stream di Tanzania untuk meneliti perilaku hewan tersebut di habitat aslinya untuk jangka panjang. Jane pergi atas ide penelitian yang diprakarsai Dokter Louis Leakey, paleontologi terkenal di Benua Afrika.

Louis Leakey mengirim tiga orang muridnya ke tiga tempat berbeda. Satu orang dikirim ke Kalimantan untuk meneliti orang utan, satu orang ke Rwanda untuk meneliti gorila, dan Jane Goodall ke Tanzania untuk mengamati simpanse.

Hingga dekade 1970, simpanse sering dianggap hewan yang penuh kedamaian karena wajahnya yang terlihat ramah dan lucu. Primata tersebut juga terkadang terlihat riang gembira, senang bercanda, dan tidak terlihat sedikit pun memiliki tendensi kekerasan.

Ternyata dugaan tersebut salah besar. Selama 55 tahun penelitiannya, Jane Goodall menyimpulkan bahwa simpanse tidak jauh berbeda dengan manusia. Simpanse ternyata memiliki kemampuan membentuk aliansi politik dan berserikat layaknya manusia biasa.

Konflik berdarah antara kelompok simpanse, yang di kemudian hari dikenal sebagai Perang Simpanse Gombe, kemungkinan besar dimulai pada 1971. Perang dipicu oleh meninggalnya seekor simpanse jantan pemimpin suatu kelompok.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement