WILAYAH Amerika Serikat belakangan ini terus diterjang badai. Paling baru, Badai Irma menerjang wilayah Kepulauan Karibia hingga menyebabkan 95% bangunan di sana hancur. Sebelum Badai Irma, negara bagian Texas juga luluh lantak dihantam Badai Harvey. Badai ini mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia. Banjir yang menerjang wilayah Texas ini juga menyebabkan puluhan ribu orang harus mengungsi.
Kedahsyatan Badai Harvey dan Badan Irma ternyata belum seberapa jika dibandingkan dengan badai yang pernah menerjang Texas pada 1900. Seperti “kapal pecah”, mungkin itu istilah yang tepat untuk menggambarkan keadaan wilayah Galveston, Texas, setelah dihantam badai tersebut.
Pulau Galveston yang terletak persis di lepas pantai Texas menjadi tujuan awal badai tersebut. Posisinya yang strategis membuat Galveston disinggahi banyak orang. Tempat ini pun menjadi pelabuhan utama. Sebagai pusat perdagangan utama pada akhir abad 19, rute kereta api banyak ditujukan ke wilayah tersebut.
Pada Jumat 7 September 1900, penduduk di Galveston telah mendapat peringatan bahwa badai dahsyat telah mendekati wilayahnya. Pantai di Texas telah diterjang badai itu selama beberapa hari. Badai telah melintasi Teluk Meksiko dan Florida Keys.
Badai dahsyat itu menerjang Galveston pada Sabtu 8 September 1900 sore. Saat itu, penduduk Galveston sudah mendapat peringatan adanya badai yang akan mendekati wilayah tersebut. Sebelum menghampiri Galveston, beberapa hari badai terjadi di pantai Texas. Angin besar itu melintasi Teluk Meksiko dan Florida Keys.