Image

Waduh! Badai Irma Terjang AS, Kerugian Mencapai Rp526 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu, 13 September 2017 - 12:42 WIB
Ilustrasi Badai Irma. (Foto: Ist/Sindonews) Ilustrasi Badai Irma. (Foto: Ist/Sindonews)

MIAMI - Sebagian wilayah Negara Bagian Florida mulai berangsur normal selepas diterjang Badai Irma. Kerugian akibat Badai Irma diperkirakan mencapai USD40 miliar (Rp526 triliun).

Pusat Badai Nasional (NHC) kemarin menyatakan, Badai Irma telah melemah dan menjadi siklon pascatropis. Siklon itu membawa angin dengan kecepatan 24 km per jam dan bergerak di sekitar Birmingham, Alabama. Banyak warga yang telah kembali ke rumah mereka untuk menyurvei kerusakan akibat bencana tersebut. Pemerintah lokal menyatakan sekitar 90.000 penduduk Miami Beach dan sebagian warga Florida Keys diperbolehkan kembali ke rumah.

Namun, mereka juga memperingatkan kalau situasi masih berbahaya. Akses jalan menuju wilayah Monroe kemarin dibuka untuk penduduk dan pemilik bisnis. Namun, tidak ada jadwal kapan wilayah lainnya akan dibuka secara keseluruhan. ”Penduduk yang kembali ke rumah harus mempertimbangkan pelayanan yang terbatas.

(Baca juga: Aneh! Laut di Bahama Nyaris Kering 'Diisap' Badai Irma)

Sebagian wilayah belum mendapatkan aliran listrik dan air. Layanan telekomunikasi juga belum kembali normal. Seluruh stasiun pengisian gas juga masih ditutup,” demikian saran Komisioner Dewan Wilayah Monroe, Florida, dilansir Reuters.

Salah satu warga yang kembali ke rumahnya, Melida Hernandez (67), menemukan rumahnya tertimpa pohon besar di Little Haiti, Miami.  ”Saya ingin menangis. Tapi ini adalah kehidupan,” ujarnya.

Beberapa bandara besar di Florida, termasuk Bandara Internasional Miami mulai beroperasi normal. Saat Badai Irma menerjang Florida, ribuan penerbangan dibatalkan dan banyak bandara ditutup. Kendati demikian, aktivitas perkantoran dan bisnis belum normal. Sebagian besar pusat penampungan pengungsi kemarin juga sudah ditinggalkan warga, termasuk di Estero, selatan Fort Myers.

(Baca juga: Badai Irma Terjang Florida, Sebagian WNI Pilih Tak Mengungsi)

Hanya beberapa pengungsi yang sakit masih bertahan, termasuk Don Sciarretta (73), dan kekasihnya, Elsie Johnston (90), yang mengidap penyakit Alzheimer. ”Untuk badai berikutnya, saya memilih tinggal di hotel atau rumah teman saja. Saya tidak ingin menginap di kamp pengungsian lagi,” ujar Sciarretta.

Badai Irma menerjang Florida sekitar dua pekan setelah Badai Harvey yang menewaskan 60 orang dan menyebabkan kerugian properti mencapai USD180 miliar (Rp2.368 triliun) di Texas. Menurut firma AIR Worldwide, kerugian properti akibat Badai Irma diperkirakan mencapai antara USD20 miliar (Rp263 triliun) hingga USD40 miliar (Rp526 triliun).

Sebenarnya prediksi itu lebih rendah dari sebelumnya, di mana kerugiannya mencapai lebih dari USD50 miliar (Rp567 miliar). Para pialang saham di Wall Street memperkirakan proses pemulihan akibat badai itu akan menurunkan pertumbuhan ekonomi AS. Sementara itu, Gubernur Florida Rick Scott mengungkapkan bahwa banyak kerusakan di wilayahnya.

”Saya berharap semua orang bisa selamat,” ujarnya. Selain itu, banyak hal mengerikan dan menakutkan yang terjadi pascabadai. ”Khususnya di wilayah Keys, itu membutuhkan jalan panjang untuk proses pemulihan yang panjang,” katanya, dilansir BBC. Lebih lanjut Scott mengungkapkan, dia tidak melihat terlalu banyak kerusakan akibat badai.

(qlh)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming