Image

Alamak! Pemotor Spesialis Remas Payudara Berkeliaran di Depok, Arsitek Cantik Ini Jadi Korbannya

Apriyadi Hidayat, Jurnalis · Rabu 13 September 2017, 19:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 13 338 1775325 alamak-pemotor-spesialis-remas-payudara-berkeliaran-di-depok-arsitek-cantik-ini-jadi-korbannya-dGWvpN4YkN.jpg Korban pelecehan seksual, CP saat melapor ke Polresta Depok (Foto: Apriyadi Hidayat)

DEPOK – Peristiwa tak senonoh dialami seorang arsitek cantik berinisial CP (23). Saat hendak berangkat kerja, payudaranya diremas pengendara motor misterius di Gang Pinang, Beji, Kota Depok. Bukan sekali, kejadian tersebut dialaminya dua kali dengan rentang waktu berbeda.

“Yang pertama pas bulan puasa lalu. Saat saya mau berangkat ke kantor, ada cowok dari belakang naik motor Vario putih langsung meremas payudara. Saya reflex langsung pegang motornya, saya sempat terjatuh. Ciri-cirinya dia pakai jaket hitam, masker dan helm. Jadi enggak jelas mukanya. Kabur ke arah Margonda,” cerita CP kepada Okezone di Mapolresta Depok, Rabu (13/9/2017) sore.

Kejadian serupa dialaminya lagi kemarin. Namun, kali ini pelaku menggunakan motor Honda Beat bernomor polisi B 2730 EAA.

“Belajar dari kejadian pertama, saya teriak tapi coba lebih tenang dengan mencatat nomor polisi. Perawakan orangnya berbeda, tapi masih sama pake masker dan helm serta jaket. Saya duga ini masih komplotan yang memiliki orientasi seksual tertentu,” tutur CP.

Peremasan payudara oleh pria bermotor, lanjut CP, rupanya dialami juga oleh rekan satu kosan di kawasan tersebut.

“Kayaknya emang dia nyari mangsa di situ. Ada teman kosan juga mengaku pernah digituin. Saya rasa korbannya banyak, tapi enggak ngelapor. Di sini kebanyakan yang kos mahasiswi,” katanya.

Ia berharap, ada tindakan dari kepolisian dan Pemerintah Kota Depok setelah peristiwa tersebut dengan memasang kamera tersembunyi untuk memantau gerak-gerik pelaku.

“Harapannya, Pemkot Depok segera pasang CCTV di gang itu dan gang lainnya juga. Kalau ada CCTV orang yang mau berindak jadis pikir-pikir lagi. Polisi juga harus menangkap pelakunya segera. Semoga enggak ada lagi kejadian yang sama atau lebih parah,” tandasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini