Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

OKEZONE STORY: "Pria yang Menyelamatkan Dunia," Stanislav Petrov Meninggal Tanpa Diketahui

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 19 September 2017 |08:01 WIB
OKEZONE STORY:
Keputusan yang diambil Stanislav Petrov pada 26 September 1983 menghindarkan dunia dari ancaman Perang Nuklir. (Foto: Sputnik)
A
A
A

Hal ini membuat Petrov merasa kalut. Dia tahu bahwa jika mendapat serangan dari AS, maka Moskow akan membalas dengan kekuatan penuh yang mungkin berarti pengerahan senjata nuklir.

"Saat pertama kali melihat pesan peringatan, saya bangkit dari kursi. Semua bawahan saya bingung, jadi saya mulai meneriakkan perintah agar tidak panik. Saya tahu keputusan saya akan memiliki banyak konsekuensi, " kenang Petrov dalam sebuah wawancara dengan RT pada 2010.

"Sirene berbunyi untuk kedua kalinya. Huruf merah raksasa muncul di layar utama kami, berbunyi START. Di sana diinformasikan bahwa empat rudal lagi telah diluncurkan," ujarnya lagi.

Menyadari semua resiko yang mungkin terjadi, Petrov mengatakan pada atasannya bahwa telah terjadi malfungsi pada sistem yang menyebabkan alarm menyala. Dia memutuskan untuk menentukan bahwa tanda yang tampak pada radarnya bukanlah rudal dari AS.

"Saya akui, saya takut. Saya tahu tingkat tanggung jawab di ujung jari saya,” ujarnya.

Belakangan diketahui bahwa satelit Uni Soviet salah mendeteksi pantulan cahaya matahari yang memantul di awan sebagai peluncuran rudal. Namun, bukannya mendapat pujian atas perannya menghindari pecahnya perang, Petrov justru dimarahi karena tidak mengisi jurnal perbaikan setelah atasannya ditegur terkait kekurangan yang ada pada sistem radar tersebut.  

"Atasan saya disalahkan dan mereka tidak ingin mengakui bahwa ada orang yang berbuat baik, tapi malah memilih untuk menyalahkan yang lainnya."

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement