Selama lebih dari 10 tahun, kejadian itu ditutupi dan digolongkan sebagai hal yang sangat rahasia. Bahkan Raisa, istri Petrov yang meninggal pada 1997 tidak mengetahui peran suaminya dalam mencegah terjadinya perang nuklir.
Barulah pada 1998, atasan Petrov, Kolonel Jenderal Yury Votintsev buka suara dan melaporkan jasa anak buahnya kepada media. Tindakan yang diambil Petrov pada 1983 akhirnya disorot dan dilaporkan oleh surat kabar Jerman, Bild.
"Setelah membaca laporan ini, saya seolah tersambar petir. Saya tidak dapat menghilangkan pemikiran bahwa saya harus melakukan sesuatu untuk orang yang mencegah perang nuklir dan menyelamatkan dunia," kata Karl Schumacher dalam blog-nya.
Schumacher kemudian terbang ke Rusia untuk Petrov dan menemukannya tinggal di sebuah apartemen di Fryazino, timur laut Moskow. Schumacher mengundang Petrov ke Oberhausen, Jerman, sehingga penduduk setempat dapat mengetahui kisah saat dunia berada di ambang bencana nuklir.
Selama berada di Jerman, Petrov muncul di TV lokal dan memberikan wawancara ke beberapa surat kabar. Setelah perjalanannya tersebut, Petrov pun mendapatkan dan penghargaan dari dunia internasional. Pada 2006, Asosiasi Warga Dunia menyerahkan sebuah penghargaan, yang berbunyi: "Kepada orang yang mencegah perang nuklir," kepada Petrov di markas besar PBB di New York.
Pada 2012, Petrov dianugerahi Hadiah Media Jerman yang juga diberikan kepada sejumlah tokoh penting dunia lain seperti Nelson Mandela, Dalai Lama dan Kofi Annan. Setahun kemudian dia menerima anugerah Hadiah Perdamaian Dresden. Kisahnya bahkan diangkat ke layar lebar pada 2014 dalam film “The Man Who Saved The World” yang dibintangi aktor Kevin Costner.