nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kompak! Kepala Angkatan Darat Korsel, AS, dan Jepang Bahas Serangan Korut

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Selasa 19 September 2017 14:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 19 18 1778833 kompak-kepala-angkatan-darat-korsel-as-dan-jepang-bahas-serangan-korut-GWAwjwAMYI.jpg Jenderal Angkatan Darat dari Jepang (kiri), Korsel (tengah), dan Amerika Serikat (kanan). (Foto: Yonhap/Korea Herald)

SEOUL - Tak hanya pemimpin negara yang terus mengupayakan penekanan terhadap bom dan rudal Korea Utara (Korut), Perwira tinggi Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS), dan Jepang bertukar pandangan mengenai Korut. Mereka mengadakan pertemuan tersebut di sela-sela Pacific Armies Chiefs Conference (PACC) ke-10 yang diselenggarakan di Grand Hyatt Hotel, Seoul, Korsel, pada 18 September pagi waktu setempat.

Jenderal Kim Yong-woo, kepala Angkatan Darat Korsel, menemui rekannya dari Amerika dan Jepang yaitu Jenderal Mark A. Milley dan Jenderal Koji Yamazaki untuk membicarakan provokasi nuklir yang dilakukan oleh sang negara tetangga dan ancaman lainnya yang dilakukan oleh Korut.

"Mereka menilai kondisi keamanan di Semenanjung Korea, termasuk provokasi nuklir dan rudal Korut dan mereka berbagi persepsi tentang ancaman Korut," jelas pihak angkatan darat Korsel, dilansir dari Korea Herald, Selasa (19/9/2017).

Tak hanya membicarakan isu Korut, kepala angkatan dari tiga negara tersebut juga melakukan berbagai diskusi mengenai cara memperluas kerjasama militer di antara ketiga pihak.

Rencananya, Jenderal Kim juga akan mengadakan pembicaraan bilateral dengan Letnan Jenderal You Haitao, Wakil Komandan Tentara China, yang memimpin delegasi China ke PACC.

Kunjungan Jenderal You ke Seoul dilakukan di tengah perpisahan diplomatik antara Seoul dan Beijing akibat penyebaran sistem pertahanan rudal THAAD di Korsel.

Konferensi tersebut telah mempertemukan pimpinan staf militer dan komandan senior dari 29 negara Indo-Asia-Pasifik. Diketahui, konferensi tersebut bertemakan ‘Unity of Effort: Building Civil-Military Partnerships in Land Force Response to Non-Traditional Security Threats’.

Konferensi tersebut diselenggarakan selama 3 hari yaitu mulai dari 18 September hingga 21 September. Ban Ki-moon, sekretaris jenderal kedelapan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyoroti pentingnya topik tersebut saat pembukaan PACC.

"Ini sangat berarti dan tepat bahwa Korsel menjadi tuan rumah PACC dan PAMS. Meskipun Korea telah lama dikenal sebagai ‘negara setenang pagi’, hal-hal yang tidak biasa tapi tenang di rumah," ungkapnya.

Menurut Ban Ki-moon, konferensi ini akan membantu membangun kemitraan dan akumulasi pengalaman untuk membangun kepercayaan bersama antarnegara.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini