Jepang Puji Trump karena Sebut Penculikan Warganya dalam Pidato di Sidang Majelis Umum PBB

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Rabu 20 September 2017 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 20 18 1779424 jepang-puji-trump-karena-sebut-penculikan-warganya-dalam-pidato-di-sidang-majelis-umum-pbb-LHjLjdxwwv.JPG PM Jepang Shinzo Abe bersulang dengan Presiden AS Donald Trump (Foto: Kevin Lamarque/Reuters)

NEW YORK – Pujian atas pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait Korea Utara (Korut) tidak hanya datang dari Korea Selatan (Korsel), tetapi juga Jepang. Negeri Matahari Terbit secara khusus memuji referensi Trump atas tindakan Korut menculik warga Jepang pada 1970-1980.

BACA JUGA: Tanggapi Pidato Trump di Sidang Majelis Umum PBB, Korsel Berharap Korea Utara Tersadar

Wakil Kepala Kabinet Jepang, Yasutoshi Nishimura mengatakan, pidato Trump di Sidang Majelis Umum PBB itu merefleksikan pemahaman mendalam antara AS dengan isu penculikan tersebut. Sebab, isu penculikan itu merupakan prioritas isu yang diangkat Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe.

“Saya pikir itu berarti pemahaman isu (penculikan) tersebut sudah meresap ke Amerika Serikat dan negara lain. Kami mendapatkan pemahaman dari Presiden Trump yang menyebut isu itu dalam pidatonya,” puji Yasutoshi Nishimura kepada wartawan di New York, dilansir Japan Today, Rabu (20/9/2017).

Ia menambahkan, Jepang akan terus bekerja dengan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan isu penculikan tersebut. Tentu saja, Tokyo tidak akan melupakan cara-cara menangani isu pengembangan nuklir dan rudal milik Korea Utara yang kian hari kian membahayakan.

BACA JUGA: Sidang Majelis Umum PBB, Trump: Jika Kami Tidak Memiliki Pilihan Lain, AS Akan Hancurkan Korut

Trump mengutuk keras catatan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) Korut. Politikus Partai Republik itu secara khusus menyebut penculikan terhadap Megumi Yokota dari Prefektur Niigata saat sedang pulang ke rumah dari sekolah pada 1977 sebagai salah satu contoh pelanggaran HAM.

“Kami tahu Korut menculik gadis manis berusia 13 tahun asal Jepang dari sebuah pantai untuk diperbudak sebagai pengajar bahasa untuk agen mata-mata Korut,” ujar Presiden AS Donald Trump dalam pidato pertamanya di hadapan Sidang Majelis Umum PBB.

BACA JUGA: Tegas! Pidato Perdana di Sidang Majelis Umum PBB, Trump Tekan Korut Lepaskan Senjata Nuklir 

Jepang secara resmi mencatat ada 17 orang warga negaranya yang menjadi korban penculikan. Negeri Sakura menuduh Korea Utara terlibat dalam sebagian besar penculikan. Meski lima dari 17 orang sudah dikembalikan pada 2002, Pyongyang bersikeras bahwa delapan orang, termasuk Megumi Yokota, meninggal dunia dan menyatakan empat lainnya tidak pernah masuk ke wilayah Korut.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini