nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PM Kanada Soroti Pelanggaran HAM dalam Pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB

Emirald Julio, Jurnalis · Sabtu 23 September 2017 08:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 23 18 1781414 pm-kanada-soroti-pelanggaran-ham-dalam-pidatonya-di-sidang-majelis-umum-pbb-bcb7CvpnBM.jpg Foto Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, memberikan pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB (Foto: AP)

NEW YORK – Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau, memanfaatkan pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB untuk menyoroti isu pelanggaran HAM. Ia mencontohkannya dengan menjelaskan mengenai bagaimana perjuangan suku adat di Kanada.

“Bagi suku adat di Kanada, pengalaman itu sebagian besar bersifat penghinaan, pengabaian dan pelecehan. Bagi First Nations, Metis Nation, dan Inuit di Kanada, hubungan kolonial awal bukanlah mengenai kekuatan melalui keragaman atau perayaan dari perbedaan,” ujar Trudeau pada pidatonya, sebagaimana dikutip dari Independent, Sabtu (23/9/2017).

BACA JUGA: Di Tengah Sidang Majelis Umum PBB, Donald Trump-Erdogan Adakan Pertemuan Bilateral

Trudeau bahkan menyoroti ketimpangan pendidikan yang menimpa suku adat di Kanada. Ia tak segan mengutarakan kritikannya terhadap Pemerintah Kanada sebelumnya yang mengeluarkan kebijakan asimilasi.

Sekadar informasi, kebijakan itu banyak dipandang kejam. Pasalnya, ratusan ribu anak-anak suku adat di Kanada dipaksa terpisah dari orangtuanya agar bisa ditempatkan di sekolah dengan asrama.

BACA JUGA: Dengan Bantuan Trump, Presiden Palestina Optimis Bisa Berdamai dengan Israel

Independent mewartakan, suku adat di Kanada juga termasuk dalam kategori orang-orang yang paling sedikit diterima bekerja dibandingkan populasi mayoritas di sana. Selain itu hanya sedikit warga suku adat di Kanada yang dapat meraih pendidikan tingkat tinggi pasca-SMA.

Studi yang dilakukan pada 2016 oleh Canadian Centre for Policy mengungkapkan hasil yang mengejutkan. Penelitian ini melaporkan bahwa anak-anak suku adat di Kanada kemungkinan besar berada dalam kondisi garis kemiskinan dibandingkan anak-anak Kanada lainnya.

BACA JUGA: Kompak! Turki, Irak dan Iran Siap "Lawan" Referendum Kurdi

Trudeau pun menyadari dengan kondisi tersebut. Ia mengklaim pemerintahannya terus berusaha untuk menumpas ketidakadilan tersebut di mana salah satu programnya adalah pembangunan 4.000 rumah baru untuk para suku adat Kanada.

“Saya tetap percaya diri karena pengalaman Kanada menunjukkan ini dengan benar yaitu bahwa setiap tantangan dapat dilewati jika kita sama-sama bertemu (bekerjasama-red),” tegas Trudeau.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini