Ritual membersihkan keris ini menjadi cara yang bisa mengisi kembali energi dalam keris tersebut. Adapun alat-alat yang perlu disiapkan lainnya, tempat air (baskom) dipergunakan sebagai media untuk memandikan atau mencuci pusaka.
Kemenyan, dupa, dan bunga setaman. Kembang setaman yang terdiri dari lima macam yakni kembang kanthil, kembang melati, mawar merah dan putih, serta bunga kenanga. Fungsi utama dari bunga ini nantinya dicampurkan ke dalam air dalam baskom yang akan digunakan untuk membasuh pusaka.
Selain itu, kemenyan atau dupa dipergunakan saat ritualjamasan pusaka akan dilakukan. Selanjutnya, belimbing wuluh atau jeruk nipis diperlukan sebagai penghilang karat yang terdapat pada benda pusaka.
Adapun minyak yang biasa digunakan sebagai cara memandikan keris yaitu minyak misik, minyak zakfaron, minyak jamas, minyak kayu cendana, minyak melati, dan minyak seribu bunga. Kain kafan atau kain mori juga penting dalam cara memandikan keris. Karena kain ini nantinya digunakan untuk membungkus pusaka keris yang sudah dimandikan.
“Itu peralatan yang dibutuhkan dalam menjamas keris. Cara-cara seperti itu merupakan warisan yang telah diajarkan oleh para empu dan leluhur dalam merawat keris pusaka,” ungkap Raden Ridwan Yusuf, pecinta dan kolektor keris sepuh, Rabu (20/9/2017) malam.
Dia menceritakan, Keris sepuh merupakan peninggalan para empu dahulu. Mereka membuat keris dengan pengharapan dan doa dijalankan dengan lelaku dan tirakat penuh keikhlasan kepada sang pencipta. Tidak salah merawat dengan tata cara yang diwariskan para empu terdahulu. Bukan mengkultuskan sebuah benda.