Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Malam Satu Suro, Waktu yang Pas Memandikan Benda Pusaka

Syaiful Islam , Jurnalis-Rabu, 20 September 2017 |23:13 WIB
Malam Satu Suro, Waktu yang Pas Memandikan Benda Pusaka
(Foto: Syaiful Islam)
A
A
A

Pria yang sering menyepi tersebut menceritakan, asal mula kegemarannya terhadap pusaka lantaran banyak hal yang tidak bisa dijelaskan dengan indera manusiawi. Seperti salah satu pusaka yang jika memegangnya tidak bisa ditusuk dengan jarum dan kulit tahan terhadap air keras.‎

“Karena sang pencipta itu maha gaib, maka hanya bisa dirasakan dengan kegaiban hati. Kalau benda pusaka itu salah satu ciptaan empu yang unik. Yang lebih unik itu empunya. Dan yang membuat seorang empu adalah sang pencipta. Di situ saya mulai merasakan filosofi keterkaitannya, antara sang pencipta, empu dan keris,” ceritanya.

Secara eksoteris, keris harus tetap dilestarikan dan dibudayakan. Sebab, Unesco telah mengakui keris sebagai warisan budaya dunia. Makanya, banyak saat ini keris kamardikan dibuat oleh empu-empu muda. Itu sebagai bentuk pelestarian budaya asli Indonesia.

“Keris kamardikan dibuat setelah masa penjajahan. Di Madura desa Aeng Tong-tong Sumenep memproduksi keris-keris tersebut. Penjualannya sampai ke luar negeri. Kalau keris sepuh di atas itu, jangan sampai dijual ke luar negeri karena mengandung nilai sejarah yang tak ternilai. Itu warisan asli,” tandas pria yang sehari-hari berprofesi sebagai wartawan tersebut.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement