Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Malam Satu Suro, Waktu yang Pas Memandikan Benda Pusaka

Syaiful Islam , Jurnalis-Rabu, 20 September 2017 |23:13 WIB
Malam Satu Suro, Waktu yang Pas Memandikan Benda Pusaka
(Foto: Syaiful Islam)
A
A
A

Jadi kembali kepada niat hati. Jelas yang sakti penuh karomah bukan kerisnya melainkan empunya lantaran hatinya dekat dengan sang pencipta. Makanya, sebelum ritual memandikan keris dilakukan, terlebih dahulu pemilik keris harus mendoakan empu pembuat keris melalui ritual pembukaan.‎

Dahulu, ketika seseorang ingin memesan keris pusaka disesuaikan dengan pekerjaan sehari-hari. Misalnya, yang memesan keris seorang petani maka si empu akan membuatkan pusaka untuk keberlimpahan hasil taninya. Beda lagi saat seorang raja yang memesan. Seorang empu akan membuat dengan penuh pengharapan agar pusaka yang akan dibuat bisa berguna bagi rakyat yang dipimpin.

“Keris dapur Singobarong yang saya miliki adalah yang paling berkesan dan istimewa karena merupakan warisan seorang raja. Berkinatah emas, berpamor uler lulut dan junjung drajat. Perpaduan pamor semacam ini melambangkan keinginan agar raja bisa memakmuran rakyatnya dengan kekayaan yang dimiliki kerajaan serta langgeng mempertahankan kerajaan. Adapun dapur Singobarong melambangkan keberanian dan kebijaksanaan seorang raja,” jelasnya.

Dia menerangkan, asal mula memperoleh keris tersebut saat khalwat di makam Raden Kusumo Meloyo, ayah pangeran Trunojoyo. Saat itu, dirinya bermimpi sedang dikejar-kejar banyak orang sehingga merasa bingung dan ketakutan. Akhirnya, dia bersembunyi di sebuah makam yang ada di kecamatan Kamal dan diberi sebuah pusaka keris. Keesokan harinya, ada seseorang yang datang ke rumahnya mengantarkan sebuah keris berdapur singobarong tersebut.

“Saat diantarkan ke rumah, langsung datang juga orang lain mencari keris tersebut dan ingin memaharkan keris itu dengan angka yang besar. Tetapi tidak saya berikan. Orangnya sekarang masih ada. Banyak hal yang tidak bisa saya jelaskan di sini,” ungkap pria asal Bangkalan ini.‎

Tak hanya itu, keris dapur nogorojo yang dimiliki merupakan peninggalan kerajaan mataram yang merupakan warisan dari sesepuhnya. S‎elain keris, jenis tombak keraton Bangkalan berdapur Panggang lele dan Arosbaya juga dimiliki olehnya. Sebagian besar merupakan warisan, hanya beberapa saja yang merupakan pemberian orang lain.‎

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement