nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspada! Ini Tanda-Tanda Potensi Gunung Agung Meletus Semakin Kuat

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Senin 25 September 2017 14:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 25 340 1782534 waspada-ini-tanda-tanda-potensi-gunung-agung-meletus-semakin-kuat-AYLbCF6v0I.jpg Gunung Agung. (Foto: Getty Images)

GUNUNG Agung mengalami 'tren penggelembungan,' dan indikasi ke arah letusan sudah terlihat makin kuat.

"Ada trend penggelembungan atau mengembang. Istilahnya inflasi," kata Kasbani, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Senin (25/9/2017).

"Penggelembungan ini terjadi seiring meningkatnya aktifitas vulkanik Gunung Agung," katanya lagi.

Namun Kasbani belum bisa membeberkan besaran penggelembungan Gunung Agung karena, "masih sedang dihitung dan dilakukan pembandingan dengan pengamatan pada waktu sebelumnya," katanya.

Pantauan sampai Senin (25/9/2017) pukul 12.00 Wita, terjadi 593 kali gempa dengan rincian 368 kali gempa vulkanik dalam, dan 189 kali kali gempa vulkanik dangkal dan 36 kali tektonik lokal.

(Baca juga: BNPB Imbau Masyarakat Jangan Percaya Kabar Hoax soal Meletusnya Gunung Agung)

Ditambahkan Kasbani, indikasi akan terjadinya letusan Gunung Agung sudah terlihat, yaitu gempa yang terus dirasakan sampai ke pos pantau, asap yang mulai terlihat di puncak Gunung Agung serta aktifitas kegempaan vulkanik dangkal dan dalam yang makin tinggi.

"Potensi meletus besar dan belum ada tanda menurun," kata Kasbani. Gejala-gejala tersebut merupakan karakteristik khas Gunung Agung sebelum terjadinya erupsi.

Gunung Agung menurutnya dapat dipastikan akan meletus jika telah muncul gempa tremor yaitu gempa permukaan berskala kecil yang terjadi secara terus menerus.

(Baca juga: Updated! Jumlah Pengungsi Gunung Agung Kini Mencapai 43.036 Orang)

Sampai Senin siang, seismograf memang belum mendeteksi adanya gempa tremor. Walau demikian pergerakan magma terus mendekati permukaan.

"Kalau gempa tremor berarti letusan tinggal menunggu hitungan menit atau jam. Potensinya besar, makanya perlu kadiantisipasi wasan rawan bencana untuk menghindari korban," kata Kasbani.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG telah menetapkan status awas (level IV) untuk Gunung Agung.

Penerbangan dari dan menuju Bali masih normal, namun sejumlah desa yang berada di radius kurang dari 5 km puncak Gunung Agung telah dikosongkan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB menyebutkan jumlah pengungsi sudah sekitar 35.000 jiwa yang tersebar di 238 titik pengungsian.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini