Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Letjen Suprapto, Berhasil Melarikan Diri dari Jepang dan Ikut Bertempur Melawan Inggris

Fahmy Fotaleno , Jurnalis-Sabtu, 30 September 2017 |06:52 WIB
Kisah Letjen Suprapto, Berhasil Melarikan Diri dari Jepang dan Ikut Bertempur Melawan Inggris
Letjen TNI Suprapto (Foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, 20 Juni 1920, Letnan Jenderal TNI Anumerta R Suprapto merupakan salah satu korban dalam G30SPKI. Ia meninggal di Lubangbuaya, Jakarta 1 Oktober 1965 pada umur 45 tahun dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Suprapto bisa dibilang hampir seusia dengan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Usianya hanya terpaut empat tahun lebih muda dari sang Panglima Besar. Ia menempuh pendidikan formalnya setelah tamat MULO (setingkat SLTP) adalah AMS (setingkat SMU) Bagian B di Yogyakarta yang diselesaikannya pada tahun 1941.

Sekitar tahun itu pemerintah Hindia Belanda mengumumkan milisi sehubungan dengan pecahnya Perang Dunia Kedua. Ketika itulah ia memasuki pendidikan militer pada Koninklijke Militaire Akademie di Bandung. Pendidikan ini tidak bisa diselesaikannya sampai tamat karena pasukan Jepang sudah keburu mendarat di Indonesia. Oleh Jepang, ia ditawan dan dipenjarakan, tetapi kemudian ia berhasil melarikan diri.

Selepas pelariannya dari penjara, ia mengisi waktunya dengan mengikuti kursus Pusat Latihan Pemuda, latihan keibodan, seinendan, dan syuisyintai. Dan setelah itu, ia bekerja di Kantor Pendidikan Masyarakat.

Di awal kemerdekaan, ia merupakan salah seorang yang turut serta berjuang dan berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Cilacap. Selepas itu, ia kemudian masuk menjadi anggota Tentara Keamanan Rakyat di Purwokerto. Itulah awal dirinya secara resmi masuk sebagai tentara, sebab sebelumnya walaupun ia ikut dalam perjuangan melawan tentara Jepang seperti di Cilacap, namun perjuangan itu hanyalah sebagai perjuangan rakyat yang dilakukan oleh rakyat Indonesia pada umumnya.

Selama di Tentara Keamanan Rakyat (TKR), ia mencatatkan sejarah dengan ikut menjadi salah satu yang turut dalam pertempuran di Ambarawa melawan tentara Inggris. Ketika itu, pasukannya dipimpin langsung oleh Panglima Besar Sudirman. Ia juga salah satu yang pernah menjadi ajudan dari Panglima Besar tersebut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement