nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengungsi Rohingya di India: Manusia Mana yang Mau Kembali ke Tempat Mereka Akan Dibantai?

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Kamis 05 Oktober 2017 18:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 05 18 1789503 pengungsi-rohingya-di-india-manusia-mana-yang-mau-kembali-ke-tempat-mereka-akan-dibantai-2EaNz4ZtOm.jpg Pengungsi Rohingya. (Foto: Reuters)

NEW DELHI - Komunitas Rohingya yang sudah lama tinggal di India berharap saudara-saudara mereka yang baru saja kabur ke India tidak akan membuat mereka kembali ke Myanmar, tempat mereka sempat dibantai. Mereka mengklaim bahwa mereka adalah korban teror dan tidak mungkin mereka kembali.

UNHCR telah mendaftarkan hanya sekira 14 ribu orang Rohingya di India sementara sisanya tidak memiliki kartu pengungsi. Mereka yang tak miliki kartu pengungsi takut dideportasi kapan saja karena Menteri Dalam Negeri India Rajnath Singh mengatakan bahwa semua pengungsi Rohingya adalah imigran ilegal dan Pemerintah India akan mengambil langkah untuk mendeportasi mereka kembali ke Myanmar. Pemerintah India dalam pengajuan sebelumnya di pengadilan berpendapat bahwa kehadiran pengungsi Rohingya merupakan ancaman bagi keamanan internal India.

Sementara itu, Mahkamah Agung India memberi pemerintah serikat tersebut selama sepuluh hari untuk memastikan bahwa India dapat melindungi pengungsi Rohingya, terutama perempuan dan anak-anak. Pengadilan negara tersebut sedang mendengarkan sebuah petisi yang diajukan oleh anggota masyarakat sipil dan perwakilan Rohingya melawan pendeportasian mereka

"Kami tentu ingin kembali karena Myanmar adalah tanah air kami. Tapi manusia mana yang mau kembali ke tempat mereka akan dibantai? Saya tidak berpikir ada orang India yang adalah saudara kami menginginkannya. Kami percaya Pemerintah India akan melindungi kami," ujar salah satu pengungsi Rohingya Sirajullah yang tinggal di sebuah kamp di pinggiran kota New Delhi, dikutip dari Sputnik, Kamis (5/10/2017).

Sirajullah melarikan diri ke India pada 2012. Sejak saat itu, dia tinggal di Delhi bersama dengan anak perempuan dan istrinya. Dia tidak tahu apa-apa tentang keberadaan anggota keluarga lainnya, termasuk ibunya. Tidak seperti rekan-rekannya sesama pengungsi yang kebanyakan bekerja di pabrik. Ia adalah seorang sarjana dan menjadi guru untuk mencari nafkah. Dia juga memimpin sebuah klub olahraga dan melibatkan pemuda melalui sepakbola.

"Kami hanya berharap ada beberapa tempat untuk beberapa waktu di India sehingga bertahan dan kami mengharapkan setidaknya kemurahan hati dari negara besar seperti India," ungkapnya.

Sekadar informasi, lebih dari 500 ribu etnis Rohingya lari ke Bangladesh demi menghindari persekusi dan kekerasan yang membayangi Rakhine State semenjak akhir Agustus 2017. Namun terdapat indikasi bahwa ada sejumlah warga etnis Rohingya yang bertujuan untuk mengungsi di India.

Oleh sebab itu, Pemerintah India berusaha melakukan kebijakan untuk menekan gelombang pengungsi Rohingya. Para penjaga perbatasan India disebut mendapatkan perintah untuk menggunakan metode yang keras demi mencegah mereka masuk yang salah satunya menggunakan granat kejut serta semprotan merica.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini