Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintah AS Setujui Penjualan Sistem THAAD ke Arab Saudi

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Sabtu, 07 Oktober 2017 |07:01 WIB
Pemerintah AS Setujui Penjualan Sistem THAAD ke Arab Saudi
AS menjual sistem THAAD yang sama dengan yang dipakai Korea Selatan kepada Arab Saudi (Foto: Reuters)
A
A
A

RIYADH – Arab Saudi nampak serius dalam memperkuat alat utama sistem pertahanan (alutsista) mereka. Setelah sepakat membeli sistem S-400 dari Rusia, Arab Saudi kini boleh bernapas lega karena pemerintah Amerika Serikat (AS) sudah menyetujui penjualan sistem THAAD ke Riyadh.

Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan, kesepakatan penjualan THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) tersebut bernilai USD15 miliar (setara Rp202 triliun). Tentu saja sistem antirudal THAAD itu akan semakin menguatkan pertahanan Arab Saudi terhadap ancaman keamanan di Timur Tengah.

Diwartakan BBC, Sabtu (7/10/2017), persetujuan tersebut dikeluarkan hanya berselang satu hari dari kesepakatan pembelian S-400 dari Rusia. Badan Kerjasama Keamanan Pentagon meyakini, kesepakatan tersebut tidak akan mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah.

Sebagaimana diketahui, sistem THAAD juga dipakai oleh Korea Selatan (Korsel). Sayangnya, sistem pertahanan tersebut justru menjadi sumber ketegangan baru antara Negeri Ginseng dengan China. Negeri Tirai Bambu menilai THAAD dapat membahayakan stabilitas di kawasan Asia Timur.

Beijing menganggap sistem tersebut mengancam kedaulatan mereka karena radar THAAD bisa mengekspos setiap jengkal wilayahnya. Di satu sisi, Korsel kukuh menyatakan bahwa THAAD murni dipakai untuk kepentingan pertahanan terhadap ancaman rudal Korea Utara (Korut).

Pembelian dua sistem antirudal tersebut dilakukan Arab Saudi diyakini untuk mempertahankan diri dari ancaman Iran. Sebagaimana diketahui, Iran juga memiliki rudal balistik dalam koleksi persenjataan. Teheran menganggap rudal sebagai salah satu program pertahanan penting terhadap AS, Arab Saudi, dan Israel, musuh-musuh utama Negeri Para Mullah.

Sistem antirudal THAAD diproduksi untuk mempertahankan diri terhadap serangan rudal balistik. Perusahaan Lockheed Martin Co merupakan kontraktor utama sistem THAAD, sementara Raytheon Co berperan penting dalam penempatan sistem tersebut.

(Wikanto Arungbudoyo)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement