Selama itu pula ia sering dipukul, ditampar dan bahkan kepalanya dibenturkan ke tembok oleh majikannya. Dibentak dan dimarahi sudah jadi makanan sehari-hari.
Suatu ketika, cerita Nuryati, saat dirinya sedang tidur, ia terbangun karena mendengar majikannya sedang bertengkar. Tanpa sebab yang jelas, Nuryati disiram dengan cairan seperti bensin yang membakar bagian tangan, dada dan mengenai wajahnya.
"Saya kaget dan panik sehingga saya langsung menceburkan diri ke kamar mandi," tuturnya.
Setelah kejadian itu, Nuryati hanya diobati dengan salap saja tanpa dibawa ke rumah sakit oleh majikannya. Mirisnya lagi, Nuryati hanya dikurung di kamar selama satu bulan.