KUPANG – Warga di sekitar lereng Gunung Ile Lewotolok, Kecamatan Ile Ape di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai mengungsi untuk mengamankan diri dari dampak gempa yang terjadi sejak Minggu 8 Oktober 2017.
Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday yang dihubungi Okezone dari Kupang, Rabu (11/10/2017), mengaku hingga Selasa 10 Oktober malam, pemerintah sudah membantu mengevakuasi warga yang berada di sekitaran Gunung Ile Lewotolok sebagai akibat dari guncangan gempa bawah laut yang terus saja terjadi dan merusak sejumlah rumah.
Saat ini para warga yang dievakuasi ada sebagian ditempatkan di Kantor Camat Ile Ape dan sebagian ditempatkan di bekas rumah jabatan Bupati Lembata di Lewoleba.
"Ada juga sebagiannya dijemput keluarga masing-masing dan tinggal di rumah keluarga yang aman," katanya.
(Baca Juga: Status Gunung Ile Lewotolok NTT Naik Jadi Waspada, Warga Dilarang Mendaki)
Warga yang saat ini mendiami lokasi pengungsian di Kantor Camat Ile Api sebanyak 224 orang dan yang berada di bekas Rumah Jabatan Bupati Lembata berjumlah 316 orang.
Bantuan makan dan obat-obatan sebagai tanggap darurat langsung disalurkan kepada semua pengungsi di dua lokasi tersebut untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan pangan warga korban gempa tersebut.