Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Melihat Lebih Dekat Kampung Megalitikum di Flores, 10 Abad Pertahankan Warisan Pendiri Kampung

Fahmy Fotaleno , Jurnalis-Senin, 16 Oktober 2017 |14:32 WIB
Melihat Lebih Dekat Kampung Megalitikum di Flores, 10 Abad Pertahankan Warisan Pendiri Kampung
Kampung Bena di Pulau Flores, NTT (Foto: Wikipedia)
A
A
A

Di tengah-tengah kampung atau lapangan terdapat beberapa bangunan yang mereka menyebutnya bhaga dan ngadhu. Bangunan bhaga bentuknya mirip pondok kecil (tanpa penghuni).

Sementara ngadhu berupa bangunan bertiang tunggal dan beratap serat ijuk hingga bentuknya mirip pondok peneduh. Tiang ngadhu biasa dari jenis kayu khusus dan keras karena sekaligus berfungsi sebagai tiang gantungan hewan kurban ketika pesta adat.

Walau sudah melampaui 10 abad, kampung ini tetap mempertahankan jejak megalitikum warisan pendiri kampung. Dan Sekitar 40 rumah di kampung tersebut, tersusun rapi mengelilingi makam, bhaga dan ngadhu.

Ada aturan tak tertulis penduduk Bena agar tidak mengganggu wisatawan. Tapi wisatawan didorong untuk menyambut mereka. Kemudian menyaksikan senyum menyambut mereka bersinar dari wajah mereka yang tulus.

Pestatahunan yang diadakan di desa ini sekitar Desember atau awal Januari disebut Reba. Di masa lalu, perayaan-perayaan ini berlangsung selama lebih dari satu minggu yang melibatkan pembantaian ternak, babi dan ayam. Namun saat ini, perayaan tersebut akan berlangsung tidak lebih dari tiga hari untuk membatasi hewan yang disembelih.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement