"Saya tidak akan beristirahat sampai saya melihat keadilan dilakukan dalam kasus ini," tegas PM Muscat sebagaimana dikutip dari Strait Times, Selasa (17/10/2017).
PM Muscat sendiri pada dasarnya tak lepas dari kritik yang dilontarkan Galizia. Ia bahkan sempar menggugat Gazilia pada awal tahun ini dan menuding perempuan itu telah menfitnahnya melalui tulisan.
"Semua orang tahu bahwa Caruana Galizia adalah kritikus yang keras terhadap saya, baik secara politik maupun pribadi, tapi tidak ada yang bisa membenarkan tindakan biadab ini dengan cara apa pun," imbuh PM Muscat.
Sebelumnya, sekira 2 pekan lalu, Gazilia sempat datang ke kantor polisi dan melaporkan bahwa dirinya tengah menerima sejumlah ancaman dari pihak-pihak misterius. Namun, sebelum kasus ini terungkap, Galizia telah terlebih dulu meninggal dunia. Kepala oposisi Malta, Adrian Delia menyebut, bahwa perempuan itu adalah korban pembunuhan politik.
Malta sendiri merupakan negara terkecil di Uni Eropa dengan populasi sekira 400 ribu orang.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.