nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jaga Perdamaian Dunia, Pasukan Asal Indonesia Disambut Baik

Emirald Julio, Jurnalis · Sabtu 21 Oktober 2017 22:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 21 18 1799949 jaga-perdamaian-dunia-pasukan-asal-indonesia-disambut-baik-6bGIL53FCZ.jpg Agus Triyono, salah satu anggota helm biru. (Foto: Okezone/Emirald Julio)

JAKARTA – Mungkin istilah helm biru atau blue helmet belum terlalu familiar di telinga Anda. Nyatanya, istilah ini disematkan kepada para tentara yang tanpa kenal lelah serta tanpa takut berusaha menjaga perdamaian di wilayah konflik di berbagai negara.

Indonesia sendiri dikenal aktif mengirimkan prajuritnya menjadi tentara perdamaian dunia. Salah satu anggota pasukan perdamaian ini, Agus Triyono, mengaku mendapatkan berbagai pengalaman berkesan selama menjalankan tugasnya.

“Di Lebanon relatif lebih aman dibanding di Mali. Pengalaman saya, karena kita penduduk Muslim, jadi mereka menyambut kita dengan baik. Untuk kesehariannya masyarakat (Lebanon-red) itu senang dengan kehadiran Indonesia kalau dibandingkan dengan negara lain, mereka lebih menghargai kita,” ucap Agus ketika ditemui Okezone pada Conference on Indonesia Foreign Policy (CIFP) 2017 di The Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (10/21/2017).

Agus menjelaskan, ia bersama rekan helm biru lainnya dari Indonesia melakukan komunikasi yang intens dengan masyarakat di Lebanon serta Mali. “Masyarakat merasa bahwa PBB seperti Indonesia, orangnya baik-baik terus tidak menambah masalah bagi mereka. Sehingga keberadaan kami terasa,” sambungnya.

Walau tidak pernah mengalami masalah yang serius selama bertugas, Agus menceritakan bahwa ia dan rekan-rekannya kerap kali bertugas untuk meredakan ketegangan antara masyarakat dengan anggota helm biru dari negara lain di tempatnya berdinas.

“Waktu itu dari Prancis, mereka masuk ke wilayah yang dilarang. Hanya Indonesia yang bisa mengeluarkan mereka. Karena sudah dekat dan seperti saudara (dengan masyarakat Lebanon-red),” jelasnya.

Tugas utama Agus dan rekan-rekannya saat itu lebih kepada patroli serta terapi pasca-perang untuk para warganya. Agus mengaku, ada satu momen yang menjadi pengalaman paling tak terlupakan.

“Di Lebanon, kita membantu panen zaitun dan gandum. Mereka senang sekali, baru pertama kali ada pasukan PBB yang membantu masyarakat panen massal, dan itu baru prajurit Indonesia yang melakukannya,” pungkas Agus.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini