BUKAN hal aneh ketika perang terjadi hingga puluhan tahun. Sejarah mencatat, perang agama di Eropa berlangsung hingga setidaknya 30 tahun. Konflik bersenjata itu pun berakhir di atas secarik kertas dari Westphalia.
Perjanjian Westphalia adalah serangkaian kesepakatan perdamaian yang ditandatangani antara 15 Mei sampai 24 Oktober 1648 di Provinsi Westphalia, sekarang bagian dari Jerman, yang mengakhiri perang agama di Eropa. Selain menjadi penuntas Perang Tiga Puluh Tahun antara berbagai negara Eropa dan Perang Delapan Puluh Tahun antara Spanyol dan Belanda, Perjanjian Westphalia juga berperan besar membentuk dan mengubah perimbangan kekuatan di Benua Biru.
BACA JUGA: HISTORIPEDIA: Setelah Berpisah Selama 45 Tahun, Jerman Barat dan Timur Kembali Bersatu
Perang Tiga Puluh Tahun antara negara-negara Katolik dan Protestan di Eropa dipicu oleh upaya Raja Bohemia, Ferdinand II untuk memaksakan agama Katolik dianut di seluruh wilayah kekuasaannya. Aturan yang diumumkan pada 1618 itu membuat para bangsawan Protestan marah dan melakukan pemberontakan. Pada 1630-an, hampir seluruh negara dan kerajaan di seantero Eropa terlibat dalam perang ini.
Perundingan perdamaian Westphalia melibatkan 109 delegasi yang mewakili kekuatan-kekuatan Eropa, termasuk Ferdinand II yang telah menjadi Raja Kekaisaran Romawi Suci, Raja Phillip IV dari Spanyol, Ratu Cristina dari Swedia, Kerajaan Prancis, Republik Belanda dan kota-kota yang merdeka.