Image

Tegas! Respons Krisis Rohingya, AS Hentikan Bantuan bagi Militer Myanmar

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Rabu 25 Oktober 2017, 12:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 25 18 1801996 tegas-respons-krisis-rohingya-as-hentikan-bantuan-bagi-militer-myanmar-ewHmdA6RgO.jpg Kekerasan oleh militer Myanmar kepada Muslim Rohingya. (Foto: Reuters)

WASHINGTON -  Amerika Serikat (AS) akan menghentikan bantuan kepada militer Myanmar. Penghentian bantuan ini adalah respons terbaru AS atas tindakan keras militer Myanmar terhadap etnis Rohingya.

Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri AS, seperti dilansir Sputnik, Rabu (25/10/2017), mereka akan menarik program bantuan militer untuk unit dan petugas keamanan Myanmar yang terlibat dalam operasi di negara bagian Rakhine utara. 

Penghentian bantuan ini membuat peran AS di militer Myanmar semakin minim. Sebelumnya AS juga telah memutuskan untuk memberlakukan embargo senjata kepada Myanmar, akibat dari tindakan terlalu keras terhadap Rohingya.

Kemlu AS menyatakan mereka sedang mempertimbangkan sanksi baru terhadap Myanmar. Salah satunya, sanksi berdasarkan Undang-Undang Global Magnitsky.

(Baca juga: Hmm... Rohingya Makin Merana, Israel Terus Saja Memasok Senjata ke Myanmar)

”Kami mengungkapkan keprihatinan kami yang paling serius dengan kejadian baru-baru ini di negara bagian Rakhine di Myanmar dan kekerasan yang menyakitkan yang dilakukan terhadap Rohingya dan komunitas lainnya,” kata Kemlu AS, kemarin.

“Sangat penting bahwa setiap individu atau entitas yang bertanggung jawab atas kekejaman, termasuk aktor non-negara dan warga negara, bertanggung jawab,” sambungnya.

(Baca juga: Miris... Demi Bertahan Hidup, Perempuan Rohingya Terpaksa Jual Diri di Kamp Pengungsian)

Ratusan ribu warga muslim Rohingya telah meninggalkan Rakhine, Myanmar, sejak akhir Agustus lalu ketika serangan gerilyawan Rohingya memicu respons militer yang ganas. Warga Rohingya yang tidak bersalah menuduh pasukan keamanan negara tersebut melakukan pembakaran, pembunuhan dan pemerkosaan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini