Sekutu Amerika Serikat di Eropa juga geram dengan keputusan itu. Namun yang membuat mereka kesal adalah keputusan Pemerintahan John F Kennedy yang tidak memberi tahu mereka mengenai adanya negosiasi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang bisa saja memicu ditembakkannya senjata nuklir.
BACA JUGA: HISTORIPEDIA: Blokade Kuba Awali Krisis Rudal yang Hampir Menyeret Dunia ke Perang Nuklir
Tidak hanya di sisi Amerika Serikat, Uni Soviet juga mengalami pergolakan di dalam negerinya akibat keputusan Khrushchev tersebut, khususnya dari para politikus komunis garis keras. Hal ini terbukti pada 1964 ketika Leonid Brezhnev dan Aleksei menggulingkan kepemimpinan Khruschev dan berusaha meningkatkan kapabilitas militer Uni Soviet.
Namun banyak pihak yang memandang bahwa krisis ini memiliki efek positif karena membuktikan bahwa dengan kepala dingin dari dua sosok pemimpin maka konflik dapat dihindari. Kurang dari setahun setelah krisis tersebut berakhir, Amerika Serikat dan Uni Soviet pun menandatangani kesepakatan uji coba nuklir di atas tanah. Kemudian pada 1968, kedua negara menandatangani perjanjian non-proliferasi yang merupakan kesepakatan untuk mengurangi jumlah negara yang memiliki senjata nuklir.
(Emirald Julio)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.