"Kita bangsa Indonesia buat pertama-pertama kali mulai lamat-lamat menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan itu," kata Soekarno dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda 1952.
Soekarno memuci ide dan gagasan segar yang dibangun oleh para pendiri Budi Utomo yang menunjukkan cara baru untuk melawan penjajahan Belanda lewat perserikatan, perhimpunan politik dan persatuan.
Melompat ke tahun 1928, 20 tahun pasca berdirinya Budi Utomo, sebuah peristiwa besar lain terjadi. Sebuah kongres pemuda digelar di Jalan Kramat, Jakarta. Kongres yang dinamai sebagai Kongres Pemuda II itu menjadi kisah kedua dalam antologi perjuangan pemuda meraih kemerdekaan bangsa.
Pada kongres itu, para pemuda bersumpah untuk berdaulat sebagai sebuah bangsa. Sumpah itu yang kemudian menjadi senjata ideologi yang digunakan Soekarno dan Mohammad Yamin, Ketua Kongres Pemuda II untuk memukul kelompok-kelompok pemberontak dan separatis yang mengancam keutuhan bangsa.
Soekarno dengan kemampuan komunikasi politiknya yang mumpuni berhasil menjadikan Sumpah Pemuda sebagai 'barang keramat' yang memiliki nilai kesakralan tinggi. Dengan seruan yang telah terikrar dalam Sumpah Pemuda, bangsa Indonesia berhasil terselamatkan dari berbagai upaya pemecah belah persatuan. Dan lagi-lagi, pemuda berdiri sebagai penggerak.