Image

OKEZONE STORY: Petualangan Arthur Rimbaud, Menjadi Penyair yang Disegani hingga Berkarier di Dunia Penyelundupan Senjata

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Jum'at 03 November 2017, 08:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 02 18 1807235 okezone-story-petualangan-arthur-rimbaud-menjadi-penyair-yang-disegani-hingga-berkarier-di-dunia-penyelundupan-senjata-4jnykw3MZC.jpg Foto: The Vintage News

ARTHUR Rimbaud adalah salah satu tokoh sastra Prancis yang paling terkenal dan juga kontroversial. Ia menjadi perwujudan "penyair angker" pada abad ke-19. Dianggap sebagai sosok yang mengerikan dalam sastra, penyair muda itu berhasil menulis semua karyanya pada usia 18 tahun. Rimbaud dianggap sebagai kekuatan alam, yang tidak peduli sesamanya, yang mengakibatkan ia memiliki banyak musuh.

Hubungan asmaranya dengan sesama penyair Prancis, Paul Verlaine, selalu diselimuti dengan pertengkaran. Hubungan mereka berakhir dengan kekerasan, yaitu Verlaine menembak Rimbaud di pergelangan tangan dengan pistol saat berada di Bruxelles.

Namun itu semua hanyalah bagian kecil yang masyarakat tahu. Periode misterius petualangan penyair tersebut dimulai setelah kejadian yang disebutkan di atas, saat Rimbaud berada di Belgia pada 1873.

Verlaine berakhir di penjara karena melukai Rimbaud, sementara Rimbaud kembali ke rumah untuk menulis satu-satunya karya prosa berjudul A Season in Hell, sebuah buku yang membuka jalan bagi para penulis modern pada abad ke-20.

Pada 1875, pria berusia 21 tahun tersebut menyatakan bahwa dia akan berhenti menulis selamanya. Setelah menghabiskan waktu di Eropa, hampir menyeberanginya dengan berjalan kaki, dia menaiki sebuah kapal dan berlayar ke Hindia Belanda, di mana dia terdaftar sebagai tentara bayaran untuk tentara kolonial.

Kehidupan militer yang ketat jauh dari kehidupan ideal seorang penyair yang lembut. Rambaud lalu memutuskan untuk melarikan diri setelah 13 hari melakukan pelayanan. Dia entah bagaimana, berhasil melarikan diri dari hutan Sumatera, di bawah ancaman terus-menerus, dan ia berhasil ikut dengan kapal yang menuju tanah airnya.

Dari Prancis, ia menuju Hamburg, Jerman, tempat ia mendapat pekerjaan sebagai kasir sirkus. Dia terus-menerus melakukan pelarian. Tak berhenti di situ, Rimbaud selanjutnya pindah ke Siprus, menjadi mandor untuk sekelompok pekerja bangunan. Di Larnaca, Siprus, dia terkena tifus dan kembali ke Prancis untuk menjalani pengobatan.

Tapi dia tidak lama tinggal di sana. Hatinya menginginkan lebih banyak lagi petualangan. Afrika memanggilnya lebih jauh ke selatan, tanah misterius dan jauh lebih menjanjikan banyak kekayaan bagi mereka yang berani.

Arthur Rimbaud berhasil melakukan berbisnis kopi dengan cara menipu di Ethiopia. Setelah menunjukkan bakat untuk melakukan perdagangan, dia akhirnya pindah ke kota Harar. Tak lama kemudian ia menjadi pedagang independen. Selain kopi, ia menjual senjata api yang digunakan untuk bandit dan gembala lokal.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini