nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasihan! Penderita Gangguan Jiwa di Sukabumi 4 Tahun Hidup Terpasung

Agregasi Antara, Jurnalis · Kamis 02 November 2017 00:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 02 525 1806830 kasihan-penderita-gangguan-jiwa-di-sukabumi-4-tahun-hidup-terpasung-ZqBMMd3uCA.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

SUKABUMI - Seorang penderita gangguan jiwa di Kampung Babakan Tonjong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dipasung keluarganya selama empat tahun karena dikhawatirkan mengamuk dan membahayakan warga.

"ODGJ ini diketahui bernama Dirman (40) warga Kampung Babakantonjong, RT 7/9, Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu," kata Ketua Yayasan Aura Welas Asih Denny Solang di Sukabumi, Rabu 1 November 2017 kemarin.

Korban dipasung selama empat tahun di bangunan semi permanen terbuat dari bambu yang tingginya hanya satu meter dengan beralaskan lumpur. Informasi yang dihimpun dari pengurus yayasan tersebut, Dirman terpaksa dipasung keluarganya di belakang rumah karena kerap mengamuk, kabur dan merusak barang baik milik keluarga maupun tetangganya.

Pria tersebut sudah mengidap gangguan jiwa selama 12 tahun, awalnya pihak keluarga memberi pengobatan baik alternatif maupun medis dan sempat dititipkan ke Rumah Sakit Jiwa, Bogor.

Tetapi, kondisi kejiwaan korban tidak kunjung membaik. Akhirnya keluarga sejak empat tahun lalu hingga sekarang mengerangkeng Dirman di bangunan seperti kandang domba. Bahkan yang lebih mengenaskannya lagi, bangunan itu tingginya hanya satu meter yang tujuannya agar Dirman tidak bisa berdiri.

"Saat ini kondisi kesehatan Dirman kurang baik dan tubuhnya lemas serta tidak bisa berdiri dan hanya bisa duduk saja. Asupan makanan yang diberikan seadanya karena kondisi ekonomi keluarganya miskin," kata dia.

Denny mengatakan, dalam waktu dekat Dirman akan dibawa ke pantinya untuk diberikan pengobatan. Saat ini pihaknya tengah membangun ruangan khusus untuk Dirman karena khawatir jika disatukan dengan pasien lainnya bisa mengamuk.

Pihak keluarga pun sudah angkat tangan dengan kondisi anaknya itu karena tidak kunjung sembuh. Tetapi Yayasan Aura Welas Asih akan mencoba memberikan bantuan semaksimal mungkin karena visi dan misi dari panti ini adalah 'memanusiakan manusia'.

Sebelum dipindahkan ke ruang isolasi di pantinya, yayasan secara rutin memberikan bantuan sembako kepada keluarga Dirman. Setelah bangunan itu selesai pria tersebut langsung dievakuasi.

"Bantuan dari pemerintah daerah setempat belum pernah ada untuk Dirman, maka dari itu kami berupaya memberikan bantuan agar Dirman lebih dimanusiakan lagi, karena yang bersangkutan tengah sakit dan kemungkinan jika dirawat dengan baik bisa sembuh," tutup Denny.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini