Ditinggal Nikah Istri, Mantan Guru Stress dan Dipasung

Syamsul Maarif, Sindonews · Minggu 26 Februari 2017 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 26 525 1628491 ditinggal-nikah-istri-mantan-guru-stress-dan-dipasung-hY5AcMdUDr.jpg Sakim saat dipasung (foto: Syamsul/Sindonews)
 

PANGANDARAN – Mantan guru sukwan (suka relawan) SMPN 4 Desa Maruyungsari, Kabupaten Pangandaran, Sakim (44) harus menjalani hidup dengan kondisi diasingkan dalam bangunan berukuran 1,5 meter x 2 meter dengan kondisi kaki dirantai.

Tenaga Penggerak Desa (TPD) Desa Maruyungsari, Enok Heryanti mengatakan, Sakim mengalami stres dan gangguan jiwa hampir 10 tahun dan dipasung selama 8 tahun sejak tahun 2009.

“Sakim mengalami stres lantaran ditinggal kawin oleh istrinya yang saat ini keberadaanya di Jambi,” kata Enok, Minggu (26/2/2017).

 

Saat masih menjadi pengajar, Sakim dikenal cerdas dan memiliki kreatifitas yang tinggi bahkan beberapa prestasi pernah diraih olehnya.

“Keluarga Sakim mengalami kendala pengobatan lantaran terhambat biaya, saat ini dari pihak pemerintah daerah telah menemui Sakim dan berjanji akan mengobati Sakim,” tambahnya.

Sementara, Ibu Sakim, Saliyah (65), yang berprofesi menjadi buruh tani telah menghabiskan uang jutaan dan menjual kebun seluas 50 bata untuk mengobati Sakim, tetapi belum menghasilkan apa-apa.

“Kami memiliki 5 anak, Sakim merupakan anak nomor ke 4,” kata Saliyah.

Saliyah menerangkan, Sakim memiliki 2 anak bernama Monalisa (20) dan Yanto (18), yang keduanya ikut ibunya semenjak Sakim mengalami gangguan jiwa.

“Kalau sedang kambuh stresnya, Sakim sering ngamuk dan melukai siapa saja yang ada di depannya, untuk itu kami lebih memilih Sakim untuk dipasung,” tambahnya.

Tetapi jika kondisi Sakim sedang normal dan emosinya stabil apabila diajak komunikasi masih nyambung, bahkan Sakim berkeinginan hidup normal layaknya masyarakat yang lain.

Sakim pun mengaku jika dirinya sering mengalami stres dan sesekali emosinya tidak terkendali.

“Saya juga ingin hidup normal seperti anda, bisa usaha berwiraswasta dan bisa menikmati hidup juga berumahtangga lagi,” kata Sakim.

Sakim juga menambahkan, dirinya rela dengan kondisi saat ini dan hanya bisa mendo’akan keberadaan istrinya lebih nyaman dan sejahtera dengan suami barunya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini