Image

HARI PAHLAWAN: Ketika Napi Teroris Khidmat Ikuti Upacara Mengenang Pahlawan

ant, Jurnalis · Jum'at 10 November 2017, 14:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 10 337 1811866 hari-pahlawan-ketika-napi-teroris-khidmat-ikuti-upacara-mengenang-pahlawan-3EAeDwkWXu.jpg Salah satu napi teroris, Umar Patek saat mengibarkan bendera di HUT Kemenkumham, 30 Oktober 2017. Hari ini Umar Patek kembali menunjukkan kesungguhannya dengan mengikuti upacara Hari Pahlawan. (Foto: Ist)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengungkapkan, para narapidana kasus teroris yang tersebar di beberapa lembaga pemasyarakatan (lapas) mengikuti upacara dengan khidmat memperingati Hari Pahlawan 10 November.

Dalam siaran persnya, Jumat (10/11/2017), di Lapas Porong, tiga narapidana teroris, yakni Umar Patek, Asep Jaya, dan Ismail Yamsehu menunjukan ikrar setianya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan mengikuti Upacara Hari Pahlawan.

Di Kota Tondano, narapidana teroris, Panji Kokoh Kusumu juga larut dalam khidmatnya peringatan Hari Pahlawan di Lapas Tondano.

Di lapas bojonegoro juga dua napi teroris Adi Margono dan Separi Anu juga ikut upacara.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami memuji proses pembinaan yang dilakukan masing-masing lapas sehingga narapidana teroris bisa kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

"Dalam proses pembinaan narapidana, petugas harus berpedoman pada filosofis Sistem Pemasyarakatan. Kesediaan para narapidana teroris mengikuti Upacara Hari Pahlawan menjadi bukti keberhasilan petugas dalam membina mereka di lapas agar menjadi pribadi yang lebih baik, produktif, kembali ke masyarakat sebagai manusia yang berguna, dan yang terpenting adalah kembali ke NKRI," kata Sri Puguh.

(Baca juga: HARI PAHLAWAN: Mengenal Sosok hingga Perjuangan Malahayati, Panglima Perang Armada Selat Malaka)

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Harun Sulianto meminta petugas di lapas agar tetap semangat melakukan pembinaan kesadaran berbangsa kepada para narapidana teroris.

Menurut dia, para narapidana teroris juga harus diberikan support untuk aktif dalam pembinaan kepribadian dan kemandirian.

"Lakukan pendekatan yang bersifat kekeluargaan, persuasif, dan edukatif.dan sistematik, agar mereka menyadari kesalahannya, dan menjadi warga negara yg baik dan berguna selama dan setelah menjalani pidana," kata Harun

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini