nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

HARI PAHLAWAN: Peringati Harlah 232 Tahun, Keturunan Pangeran Diponegoro Gelar Gebyar Semaken

Kuntadi, Jurnalis · Jum'at 10 November 2017 09:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 10 510 1811708 hari-pahlawan-peringati-harlah-232-tahun-keturunan-pangeran-diponergoro-gelar-gebyar-semaken-2w4Rz6tRlq.jpg Ketua Patra Pradi (Foto: Okezone)

KULONPROGO - Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi) menggelar Gebyar Semaken, untuk memperingati 232 tahun kelahiran Pangeran Diponegoro. Sebagai bentuk mengenang jasa salah satu pahlawan nasional ini.

Kegiatan Samaken sendiri dimulai sejak Kamis (9/11) dan akan berlangsung sampai dengan sbatu (11/11/2017), bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Pahlawan. “Besok sabtu itu tepat 232 tahun kelahiran Pangeran Diponegoro,” jelas Roni Sodewo, yang merupakan Ketua Patra Padi, Jumat (10/11/2017).

Pangeran Diponegoro lahir pada tanggal 11 November 1875. Kegiatan ini sendiri untuk mengenang jasa beliau, mengingatkan masyarakat Kulonprogo bahwa perjuangan beliau juga ada di Kulonprogo, tepatnya pada tahun 1826-1828.

Gebyar Semaken, kata dia, diharapkan mampu membangkitkan semangat patriotisme dan nasionalisme. Sekaligus mempererat tali silaturhami para trah Pangeran Diponegoro. Dalam acara yang dipusatkan di Pendopo Semaken di Banjararum, Kalibawang ini, tidak hanya menampilkan simbol perjuangan berupa benda-benda peninggalan. Tetapi juga banyak tradisi yang dilanggengkan, seperti kirab budaya, wayang kulit dan jatilan, hataman Al-Quran dan Tabliqh akbar.

“Biasanya digelar di Tegalrejo, Yogyakarta (tempat kelahiran Pangeran Diponegoro,red),”terangnya.

Semaken merupakan salah satu tempat bersejarah yang juga tercantum dalam peta pertempuran. Bukti lainnya banyak benteng pertahanan yang dibuat Belanda untuk menyempitkan pergerakan Diponegoro. Termasuk Joglo yang dipakai milik buyut Diponegoro dari garis keturunan ibu.

Salah seorang pengunjung, Nugroho Wibowo melihat banyak hikmah yang bisa diambil dari Diponegoro semasa hidupnya. Pangeran Diponegoro, banyak memberikan contoh dan nilai luhur semasa hidupnya. Salah satunya dalam memegang jati diri sebagai manusia Jawa.

Sebagai keturunan dan masuk dalam keturunan, Nugroho tidak pernah membanggakan diri sebagai garis keturunan. Namun bagiaman dia lebih meneladani semangat perjuangan Diponegoro.

“Sangat nasionalisme dan patriotisme beliau juga harus diwarisi, ini yang penting,” tuturnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini