Image

Temui Suu Kyi di KTT ASEAN, Sekjen PBB Desak Myanmar Izinkan Pengungsi Rohingya Kembali

Djanti Virantika, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 12:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 14 18 1813699 temui-suu-kyi-di-ktt-asean-sekjen-pbb-desak-myanmar-izinkan-pengungsi-rohingya-kembali-OxXaesN4c9.jpg Sekjen PBB, Antonio Gutteres. (Foto: AFP)

MANILA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mendesak pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, mengizinkan pengungsi Rohingya yang mengungsi di Bangledesh untuk pulang kembali. Hal ini disampaikan saat mereka bertemu di sela-sela acara puncak KTT ASEAN yang digelar di Manila, Filipina.

"Sekretaris Jenderal menyoroti bahwa upaya yang diperkuat untuk memastikan akses kemanusiaan, pemulihan yang aman, bermartabat, sukarela dan berkelanjutan, serta rekonsiliasi yang benar antara masyarakat, akan sangat penting," tulis sebuah pernyataan PBB, sebagaimana dikutip dari The Straits Times, Selasa (14/11/2017).

BACA JUGA: Mengharukan! Ini Pesan Warga Rohingya untuk Aung San Suu Kyi

Pertemuan itu tentu menambah tekanan global kepada Suu Kyi yang memintanya mengambil tindakan dalam krisis Rohingya. Sebelum Kepala PBB, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Rex Tillerson, juga mengadakan pembicaraan terkait krisis Rohingya dengan Suu Kyi di Manila.

Dalam sebuah pertemuan puncak KTT ASEAN yang dihadiri para pemimpin termasuk Suu Kyi, Guterres menyuarakan keprihatinan tentang Rohingya. Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai sumber ketidakstabilan potensial di kawasan ini serta radikalisasi.

“Perpindahan ratusan ribu warga Rohingya merupakan eskalasi yang mengkhawatirkan dalam sebuah tragedi yang berkepanjangan,” tutur Gutteres.

BACA JUGA: Bungkam Sekian Lama, Akhirnya Aung San Suu Kyi Angkat Bicara soal Rohingya

Krisis yang terjadi Rakhine State memang menjadi sorotan masyarakat dunia. Pasalnya, akibat konflik ini, lebih dari 600 ribu warga Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh dalam dua setengah bulan.

Krisis ini meletus setelah gerilyawan Rohingya menyerang pos polisi di negara bagian Rakhine, Myanmar, hingga memicu sebuah tindakan keras militer yang membuat ratusan desa dibakar dan memicu eksodus besar-besaran. Pihak berwenang kini telah memblokir akses ke Rakhine utara guna mencegah kembalinya para pengungsi.

BACA JUGA: Aung San Suu Kyi Buka Pintu Myanmar untuk Pengungsi Rohingya, Asalkan...

PBB pun turun tangan untuk menyelesaikan krisis di Rakhine State. Wartawan dan pejabat PBB telah mengumpulkan dokumen kesaksian dari pengungsi Rohingya di Bangladesh yang menggambarkan tindak kekerasan yang dilakukan tentara Myanmar. Mereka mengaku otoritas berwenang melakukan pembunuhan, pemerkosaan, dan pembakaran massal di permukiman Rohingya.

Setelah penyelidikan resmi pejabat PBB dan wartawan tersebut, tentara Myanmar pun menerbitkan sebuah laporan pada pekan ini. Dalam laporan tersebut, mereka berusaha membersihkan diri dari segala pelanggaran.

Akibat krisis ini, Suu Kyi mendapat kecaman dari kelompok hak asasi. Ia dinilai gagal menyelesaikan krisis Rohingya. (DJI)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini