Share

Situasi Memanas, WNI di Zimbabwe Diimbau untuk Tingkatkan Kewaspadaan dan Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Putri Ainur Islam, Okezone · Rabu 15 November 2017 16:51 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 15 18 1814562 situasi-memanas-wni-di-zimbabwe-diimbau-untuk-tingkatkan-kewaspadaan-dan-kurangi-aktivitas-di-luar-rumah-PMJSefBmzC.jpg Presiden Zimbabwe Robert Mugabe. (Foto: Reuters)

HARARE – Sempat memanas saat militer memasuki mengambil alih stasiun penyiaran negara, kini situasi Kota Harare, Zimbabwe, dilaporkan terpantau terkendali. Sebagian besar masyarakat pun kini melaksanakan kegiatan seperti biasanya.

Menurut keterangan dari KBBI Harare yang diterima oleh Okezone, Rabu (15/11/2017), terdapat 41 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Zimbabwe. Pihak KBRI Harare pun mengeluarkan imbauan agar WNI yang berada di Harere meningkatkan kewaspadaan, mengurangi aktivitas di luar rumah, dan terus berkomunikasi dengan pihak KBRI. Selain itu, KBRI Harare juga akan terus memberikan informasi perkembangan.

BACA JUGA: Tentara Ambil Alih Stasiun Penyiaran, Zimbabwe di Ambang Kudeta?

Beberapa kabar menyebutkan bahwa Presiden Mugebe telah ditangkap dan ditahan. Namun, berdasarkan sumber dari pihak tentara, Presiden Mugebe dalam keadaan aman dan di bawah perlindungan tentara.

Sekadar diketahui, pasukan tentara dikerahkan ke segala penjuru kota Harare dan mengambil alih kantor berita pemerintah setelah partai berkuasa pendukung Presiden Robert Mugabe, Zanu-PF, menuduh pimpinan militer negara itu telah melakukan pengkhianatan. Insiden ini memicu spekulasi akan adanya kudeta.

BACA JUGA: Dinilai Tidak Loyal, Wakil Presiden Zimbabwe Dipecat

Zimbabwe dalam keadaan siaga sejak Senin 13 November setelah Chiwenga yang memimpin Pasukan Pertahanan Zimbabwe menyatakan bahwa dia siap untuk turun tangan menghentikan pembersihan yang dilakukan pemerintah terhadap para pendukung Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa yang dipecat pekan lalu.

Mnangagwa sebelumnya difavoritkan untuk menggantikan Presiden Mugabe harus didepak karena dinilai tidak loyal demi memuluskan jalan bagi istri Mugabe, Grace Mugabe, untuk menjadi pengganti sang suami.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini