BEKASI - Kasus pembunuhan oleh Badrun (36) terhadap pemuda 19 tahun, Imam Maulana yang mayatnya ditemukan di Terminal Kampung Rambutan pada Selasa 14 November malam, kini telah ditangani penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya.
Meski demikian, kasus pembunuhan ini pun masih menjadi tanya bagi sejumlah warga di sekitar tempat usaha Laundry milik tersangka, di Ruko Gate Walk Blok UR, Perumahan Citra Gran, Jatisampurna, Kota Bekasi.
Badrun membunuh pasangan sejenisnya di tempat usaha, sekaligus tempat tinggalnya itu. Namun sama sekali tidak terlihat tanda-tanda mencurigakan usai dia melakukan aksi tersebut pada Senin malam.
Sebab, Badrun tetap membuka tempat usahanya pada pagi harinya dan menjalani aktivitas seperti biasanya, tanpa menunjukan gelagat mencurigakan dengan tetap melayani para pelanggan-pelanggannya di tempat usaha Laundry miliknya tersebut.
Salah satu pegawai meubel depan usaha laundry tersangka, Wandi mengakui, sama sekali tidak melihat ada tanda-tanda mencurigakan pada usai Badrun melakukan aksi pembunuhan di lokasi, pada Senin 13 November dinihari.
Dia baru mengetahui aksi pembunuhan yang dilakukan Badrun itu setelah keesokan harinya, pada Selasa malam, sekitar pukul 00.00 wib. Itupun setelah banyak polisi datang ke tempat usaha tersangka di lokasi.
"Bukan cuma saya, semua warga pun baru tahu waktu ada belasan polisi saja ke sini, dan langsung masuk untuk menangkap tersangka yang memang sedang berada di dalam tempat usahanya itu," jelas Wandi.
Dijelaskan Wandi, kedatangan belasan polisi pada Selasa malam itu, menggunakan tiga unit mobil pribadi dan langsung masuk ke dalam tempat usaha laundry tersangka. "Waktu kejadian itu kami masih belum tahu ada kasus apa yang dilakukan olehnya (Badrun), sampai di datangi polisi malam itu," ujarnya.
Sampai tak beberapa lama, diakui Wandi, terdengar suara tembakan yang tidak terlalu keras dari dalam tempat usaha serta tempat tinggal tersangka. "Bunyinya sekali gak keras, mungkin pakai peredam suara," terangnya.
Badrun nekat membunuh Imam Maulana diduga karena cemburu karena kekasihnya itu memiliki kekasih di Jawa Barat. Tersangka sempat menyimpan mayat korban sehari dua malam di tempat usaha laundry miliknya.
Dan setelah itu, guna menghilangkan barang bukti agar aksinya tak diketahui polisi, Badrun membuang mayat korban di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, pada Selasa pagi.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.