“Anak-anak ini malah bersemangat ikut fogging yang kita lakukan. Mereka berdiri di belakang mengenakan masker, sambil kadang menunjukkan lokasi yang mesti diasapi. Keberadaan mereka tidak mengganggu, justru kita malah senang, karena kegiatan ini bisa diterima seluruh lapisan masyarakat,” lugasnya.
(Baca juga: Rescue Perindo Gelar Fogging Gratis untuk 11 RT di Pademangan Timur)
Dia menyampaikan, pemberantasan sarang nyamuk Aedes aegepty mesti dilakukan secara menyeluruh. Pasalnya, bila fogging hanya menyasar lingkungan rumah warga dan pekarangan maka nyamuk masih bisa bersembunyi ke tempat lain seperti bangunan sekolah atau selokan yang dibersihkan.
“Kan percuma saja setelah fogging di permukiman, tapi masih ada bangunan yang enggak ikut di-fogging. Nyamuk bisa bersembunyi di lokasi itu. Makanya tadi kita sangat mengapresiasi pihak warga yang berinisiatif menghubungi sekolah agar seluruh kelas juga turut di-fogging,” tandasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.