nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gelar Aksi Long March, Warga Zimbabwe di Inggris Tuntut Presiden Mugabe Mundur

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Minggu 19 November 2017 10:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 19 18 1816627 gelar-aksi-long-march-warga-zimbabwe-di-inggris-tuntut-presiden-mugabe-mundur-b4MdGyPkpJ.jpg Warga Zimbabwe di Inggris gelar demo tuntut Mugabe mundur. (Foto: AFP)

LONDON - Warga Zimbabwe yang menetap di Inggris berkumpul bersama di sudut Kota London untuk menyuarakan aspirasi tentang krisis politik di negara mereka. Sekira 150 orang berkumpul di depan gedung Kedutaan Besar Zimbabwe guna mendukung runtuhnya rezim Presiden Robert Mugabe.

Tak hanya menggelar aksi long march, komunitas warga Zimbabwe di Inggris huga menari dan minum bersama sambil menyerukan teriakan agar Mugabe mundur. Mereka juga membawa plakat dan spanduk yang bertuliskan "Mugabe Out" atau Mugabe pergilah. Meski hujan sempat menggunyur, massa tetap semangat melancarkan aksi.

BACA JUGA: Berencana Gelar Demo, Massa Anti-Presiden Zimbabwe Akan Tuntut Mugabe Mundur

"Hujan turun dan cuaca sangat dingin. Sebenarnya saya tidak perlu ada di sini, tapi saya harus melakukannya karena saya sadar ini adalah awal dari semuanya. Dan akhir bagi Robert Mugabe," ujar seorang peserta yang merupakan mantan tentara Zimbabwe, Oswell Mwaimboti sebagaimana disitat dari Strait Times, Minggu (19/11/2017).

Aksi demonstrasi memprotes Mugabe sendiri bukan pertama kalinya digelar di Inggris. Pada 2002, demo serupa juga digelar di lokasi yang sama. Warga Zimbabwe menegaskan bahwa sudah saatnya bagi Mugabe untuk turun dan mengakhiri kepemimpinannya yang nyaris berlangsung selama 40 tahun.

BACA JUGA: Bertemu Satu Meja, Para Pemimpin Parpol Penguasa Zimbabwe Rencanakan Kudeta Presiden Mugabe

"Saya telah melihat semuanya (kisruh di Zimbabwe) dan ini membuka mata saya. Ini adalah saat yang mengerikan, tapi harapan dimulai dari dsi sendiri, jika kita tak memiliki harapan maka tidak akan ada masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini di seluruh dunia adalah pesan yang jelas bagi Mugabe. Kita tak ingin hidup dalam ketakutan lagi. Kami tidak seharusnya miskin," ujar seorang warga, Lazarus Matiyemga (50) yang pindah ke Inggris saat masih berusia 17 tahun.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini