Dikabarkan Setuju untuk Lengser, Presiden Zimbabwe Bersikeras Tidak Akan Mundur

Putri Ainur Islam, Okezone · Senin 20 November 2017 03:37 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 20 18 1816866 dikabarkan-setuju-untuk-lengser-presiden-zimbabwe-bersikeras-tidak-akan-mundur-s7KNqLxxaT.jpg Pidato Presiden Robert Mugabe yang disiarkan di televisi. (Foto: Reuters)

HARARE - Pidato dari Presiden Zimbabwe Robert Mugabe membuat terkejut warga. Sempat dikabarkan menyetujui untuk lengser dari jabatannya, Mugabe justru menyampaikan bahwa ia tidak akan mengundurkan diri sebagai Presiden Zimbabwe, meskipun ada harapan luas bahwa kepergiannya sudah dekat.

Dalam sebuah pidato yang disampaikan secara bertele-tele melalui stasiun TV negara, Mugabe mengatakan bahwa negara tersebut perlu maju dan menyelesaikan perbedaan "antara generasi". Mugabe juga mengatakan akan memimpin kongres partai Zanu-PF pada Desember di mana mereka akan "secara kolektif memulai proses untuk mengembalikan negara kembali normal".

"Kami tidak bisa dibimbing oleh kepahitan atau dendam yang keduanya tidak akan membuat anggota partai yang lebih baik atau Zimbabwe yang lebih baik lagi," ungkap Mugabe, dilansir dari The Independent, Senin (20/11/2017).

BACA JUGA: Presiden Mugabe Setujui Desakan terhadap Dirinya untuk Mengundurkan Diri

Kepala asosiasi veteran perang, Chris Mutsvangwa, mengatakan bahwa rencana untuk melengserkan Mugabe akan berjalan sesuai jadwal. Mutsvangwa mengatakan bahwa orang-orang akan turun ke jalan-jalan di ibu kota, Harare, pada Rabu 22 November.

Banyak orang telah mengira bahwa Mugabe akan segera mengundurkan diri akibat sumber yang dekat dengan Mugabe melaporkan bahwa Mugabe sedang menulis pidato pengunduran dirinya.

BACA JUGA: Parpol Penguasa Zimbabwe Beri Presiden Mugawe Waktu Kurang dari 24 Jam untuk Lengser

BACA JUGA: Dipecat dari Partai, Presiden Zimbabwe Selangkah Lagi Lengser

Sekadar diketahui, Mugabe adalah satu-satunya pemimpin di Afrika yang telah dikenal sejak kemerdekaan dari Inggris pada 1980. Mugabe akhirnya mendapatkan sebuah intervensi selama kepemimpinan 37 tahunnya tersebut pada Selasa 14 November oleh kelompok militer Zimbabwe.

Parpol penguasa Zimbabwe, Zanu-PF, memecat Mugabe sebagai pemimpin mereka. Untuk mengganti posisi Mugabe, pihak partai lalu menunjuk Emmerson Mnangagwa, yang telah dipecat beberapa waktu lalu sebagai wakil presiden, untuk mengganti posisi Mugabe.

(pai)

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini