Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

OKEZONE STORY: Kisah Kemunculan Dokter Burung Akibat Wabah Pes yang Picu Ketakutan Warga Prancis Pada Abad-17

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Selasa, 21 November 2017 |08:00 WIB
OKEZONE STORY: Kisah Kemunculan Dokter Burung Akibat Wabah Pes yang Picu Ketakutan Warga Prancis Pada Abad-17
Dokter burung menghantui Prancis di abad ke-17. (Foto: The Vintage News)
A
A
A

De Lorne merancang kostum itu setelah terinspirasi dari pakaian yang dikenakan oleh para tentara. Pakaian tentara saat itu dibuat untuk melindungi pemakainya dari infeksi penyakit. Lorne menyempurnakan kostumnya dengan merancang mantel, sarung tangan dan sepatu berlapis.

Masker dengan bentuk moncong burung dibuat dengan tujuan agar pemakainya tidak menghirup udara berbau busuk. Masker ini semakin spesial karena diisi dengan campuran ramuan obat agar para dokter menghirup aroma herbal tersebut dan tak mencium bau busuk atau menghirup udara yang tercemar. Kostum ini juga dilengkapi kacamata bundar yang semakin menambah kesan ngeri.

Tak cukup sampai di situ, para dokter juga mengenakan topi bundar hitam untuk mengindikasikan status dan profesi mereka. Seiring penyebaran wabah yang parah, dokter burung secara umum mulai muncul di jalan-jalan kota di Prancis. Warga yang tak mengetahui tentang mereka kerap menganggap para dokter sebagai utusan kematian dan penyalur hukuman Tuhan.

Kostum burung para dokter yang muncul akibat wabah pes di abad-17 di Prancis. (Foto: The Vintage News)

Untuk meminimalkan paparan penyakit ini, dokter burung juga membawa tongkat kayu panjang yang mereka gunakan untuk memeriksa pasien terinfeksi. Tongkat itu digunakan untuk memeriksa denyut nadi orang-orang malang yang ambruk di jalan dan untuk memeriksa kondisi kulit mereka.

Di samping untuk memeriksa pasien, banyak juga dokter burung yang menggunakan tongkat mereka guna membela diri dari gerombolan warga yang terinfeksi. Para warga kerap nekat mendekati pada para dokter dan memohon mereka untuk menghentikan rasa sakit mereka yang luar biasa.

Meskipun kostum dokter burung ini wabah dirancang khusus untuk mencegah pemakainya tertular wabah penyakit, tetapi para dokter tetap tak terhindarkan dari penularan penyakit ini. Bahkan tak sedikit dari mereka yang meninggal karena tertular pes. Pada dasarnya, para dokter telah memperlakukan orang-orang yang terinfeksi dengan pengobatan yang tidak efektif dan tidak menyadari penyebab sebenarnya dari penyakit ini, sehingga pakaian mereka yang rumit justru sama sekali tidak berguna.

Standar kebersihan pada abad 17 cukup rendah dan wabah memiliki beberapa cara penularan. Wabah menyebar melalui gigitan kutu, gigitan tikus, makanan, cairan dan udara. Hal ini membuat para dokter di masa itu kerap tak terhindarkan dari penyakit dan tidak berdaya seperti orang-orang yang coba mereka sembuhkan.

(Rufki Ade Vinanda)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement