Jack Ruby mengelola sejumlah kelab malam yang menghadirkan penari telanjang (striptease) serta lantai-lantai dansa di Dallas. Ia juga memiliki hubungan dekat dengan sejumlah personel di Kepolisian Dallas sehingga bisnis hitamnya itu tidak pernah berada dalam pengawasan.
Ruby diyakini membunuh Lee Harvey Oswald demi menutup mulut pelaku penembakan agar tidak mengungkap sebuah konspirasi besar. Sebab, banyak yang beranggapan bahwa JFK dibunuh karena ada motif tertentu yang hingga kini masih menjadi misteri.
Dalam persidangan, Ruby menolak tuduhan tersebut dan mengklaim dirinya tidak berdosa. Ia mengaku bahwa kesedihan mendalam atas meninggalnya JFK membuat penyakit epilepsinya kambuh sehingga menembak mati Lee Harvey Oswald di luar kesadaran.
Juri memvonis Ruby bersalah atas dasar pembunuhan disertai dengan kebencian terhadap Lee Harvey Oswald dan menjatuhkan hukuman mati. Akan tetapi, Pengadilan Banding Texas membatalkan vonis pada Oktober 1966 dengan alasan kesaksian yang tidak benar dan fakta bahwa Ruby tidak melalui proses hukum yang adil.
Sayangnya, hukuman baik itu penjara maupun pidana mati tidak sempat dijalani oleh Jack Ruby. Pada Januari 1967, ia meninggal dunia akibat kanker paru-paru saat sedang dirawat di Rumah Sakit Dallas, ketika tengah menunggu hasil banding atas vonis mati tersebut.
Berdasarkan laporan resmi dari Warren Commision 1964, baik Oswald maupun Ruby sama-sama dinyatakan bukan bagian dari sebuah konspirasi besar, entah itu domestik atau internasional, yang membunuh Presiden John Fitzgerald Kennedy. Laporan tersebut belum mampu membantah sejumlah teori konspirasi atas pembunuhan tersebut yang hingga kini masih menjadi misteri.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.