nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

378 Pencari Suaka yang Berada di Pulau Manus Dipindahkan Secara Paksa

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Jum'at 24 November 2017 10:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 24 18 1819728 378-pencari-suaka-yang-berada-di-pulau-manus-dipindahkan-secara-paksa-gRZrep3aJ4.jpg Pencari suaka di Pulau Manus yang melakukan aksi protes. (Foto: Reuters)

LORENGAU - Pihak berwenang Papua Nugini mengatakan bahwa telah memindahkan pencari suaka yang menolak pindah dan bertahan selama tiga minggu di kamp yang berada di Pulau Manus. Para pencari suaka menolak untuk meninggalkan kamp karena khawatir akan menghadapi kekerasan.

Kepala Kepolisian Inspektur Dominic Kakas mengatakan, petugas kepolisian dan imigrasi memindahkan pencari suaka yang berjumlah 378 orang tersebut dari kamp selama dua hari dan membawa mereka dengan bus ke tempat tinggal di kota terdekat Lorengau.

"Semua pencari suaka telah pergi. Mereka dipindahkan dengan bus. Mereka mengemasi tas mereka lalu mereka pindah," kata Inspektur Kakas, dilansir dari TIME, Jumat (24/11/2017).

BACA JUGA: UNHCR Desak Australia Selesaikan Darurat Kemanusiaan di Kamp Pulau Manus

Para pendukung pencari suaka mengatakan bahwa para pejabat menggunakan kekerasan dan menghancurkan barang-barang milik para pencari suaka untuk membuat mereka meninggalkan kamp khusus di Pulau Manus tersebut.

Persediaan air, listrik, dan pangan berakhir ketika kamp secara resmi ditutup pada 31 Oktober, berdasarkan keputusan Mahkamah Agung Papua Nugini pada 2016 bahwa tempat tinggal untuk pencari suaka tidak masuk dalam konstitusional. Namun pencari suaka khawatir akan keselamatan mereka di Lorengau karena ancaman dari warga setempat.

BACA JUGA: Pusat Penampungan di Papua Nugini Ditutup, Australia Didesak untuk Bertanggung Jawab atas 800 Pencari Suaka

Australia memberikan bantuan kepada Papua Nugini, tetangga terdekatnya, dan negara Pasifik kecil Nauru, untuk menampung ribuan pencari suaka dari Afrika, Timur Tengah, dan Asia yang berusaha mencapai pantai Australia dengan kapal sejak pertengahan 2013.

Sebelum konfirmasi resmi bahwa Pulau Manus telah dikosongkan, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull menyambut baik berita bahwa pencari suaka telah pergi.

"Terkait kamp di Manus, bahwa laporan yang kami dapat adalah orang-orang di Manus akan pergi, mereka mematuhi peraturan hukum dari pemerintah Papua Nugini dan pindah ke fasilitas alternatif yang tersedia bagi mereka, seperti seharusnya," kata Turnbull kepada wartawan.

"Itulah yang harus Anda lakukan, jika Anda berada di luar negeri. Anda harus mematuhi hukum negara itu," tukasnya.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini