Share

31 Jasad Pengungsi Dievakuasi Setelah Perahu Tenggelam di Lepas Pantai Libya

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 26 November 2017 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 26 18 1820677 31-jasad-pengungsi-dievakuasi-setelah-perahu-tenggelam-di-lepas-pantai-libya-CMy1CsUtNT.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

TRIPOLI โ€“ Sedikitnya 31 pengungsi tewas saat perahu yang mereka tumpangi tenggelam di lepas pantai barat Libya pada Sabtu, 26 November waktu setempat. Sebanyak 200 pengungsi lain yang berhasil diselamatkan oleh penjaga pantai telah dibawa kembali ke Tripoli.

BACA JUGA: Kapal Karam di Libya, 239 Orang Dikhawatirkan Tewas

Berdasarkan keterangan Komandan Penjaga Pantai Libya, Abu Ajala Amer Abdelbari, pengungsi yang diselamatkan berasal dari dua perahu di lepas pantai di dekat Garibulli sebelah timur Tripoli. Salah satu perahu telah tenggelam saat penjaga pantai tiba.

"Perahu telah tenggelam dan mereka menyebar di laut, mereka mencoba berenang ke arah pantai. Ada sekitar 60 orang yang dapat kami hemat karena mereka berpegangan pada sisa-sisa perahu. Sebanyak 140 pengungsi lainnya kami tarik dari kapal kedua,โ€ ujarnya sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (26/11/2017).

Korban tewas, termasuk di antaranya beberapa anak-anak, dibawa kembali ke Pangkalan Angkatan Laut Tripoli di dalam kantong jasad putih.

Libya adalah titik keberangkatan utama bagi sebagian besar pengungsi Afrika yang mencoba menyeberang ke Eropa. Penyelundup biasanya memasukkan mereka ke perahu karet tipis yang sering pecah atau tenggelam. ย 

Sebagian besar pengungsi diselamatkan oleh kapal internasional dan dibawa ke Italia, di mana lebih dari 115 ribu pengungsi telah mendarat sejauh tahun ini. Meski begitu, terjadi peningkatan dalam jumlah pengungsi yang dicegat oleh penjaga pantai Libya dan dikembalikan ke negara Afrika Utara.

BACA JUGA: Astaga... Hendak Cari Suaka, 7 Imigran Asal Libya Meninggal di Kapal saat Perjalanan ke Italia

Hampir 3.000 pengungsi diketahui meninggal atau hilang setelah mencoba menyeberang ke Eropa melalui laut tahun ini. Sebagian besar terjadi di perairan antara Libya dan Italia. Organisasi Internasional untuk Migrasi mengatakan bahwa sejak tahun 2000 wilayah Mediterania telah menjadi "perbatasan paling mematikan di dunia" bagi para pengungsi.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini