PM Lebanon Tak Terima Hizbullah Ancam Negara-Negara Arab

Agregasi Sindonews.com, · Minggu 26 November 2017 09:55 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 26 18 1820693 pm-lebanon-tak-terima-hizbullah-ancam-negara-negara-arab-BfMtCJipg1.jpg PM Lebanon, Saad Hariri. (Foto: Reuters)

BEIRUT - Perdana Menteri (PM) Lebanon, Saad al-Hariri menegaskan tidak akan menerima posisi Hizbullah yang didukung Iran "mempengaruhi" atau menargetkan keamanan dan stabilitas negara-negara Arab. Demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh biro pers kantor perdana menteri Lebanon.

Namun, Hariri tidak menyebutkan secara spesifik negara yang dimaksud dalam pernyataannya seperti dilansir dari Reuters, Minggu (26/11/2017).

PM Saad Hariri telah mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya pada 4 November. Namun kemudian mencabutnya setelah kembali ke Lebanon akhir pekan lalu.

BACA JUGA: Pasca-Dua Minggu Pidato Pengunduran Diri, PM Hariri Akhirnya Menginjakkan Kaki di Lebanon

Setelah pengumumannya, yang dibuat pada hari kemerdekaan Lebanon, ratusan pendukung Hariri memadati jalan-jalan di dekat rumahnya di pusat kota Beirut. Mereka melambai-lambaikan bendera biru partai Gerakan Masa Depannya.

Pada Sabtu, dia mengatakan bahwa keputusannya untuk menunggu alih-alih mengundurkan diri secara resmi adalah memberi kesempatan untuk mendiskusikan dan melihat tuntutan yang akan membuat Lebanon netral dan membiarkannya menerapkan kebijakan "disasosiasi"nya.

BACA JUGA: Penuh Momen Mencurigakan, Wawancara PM Lebanon Kuatkan Spekulasi Keterlibatan Saudi

"Disasosiasi" dipahami secara luas di Lebanon berarti kebijakannya untuk tetap berada di luar konflik regional. Peran regional yang dimainkan oleh gerakan politik dan militer Hizbullah telah sangat membuat khawatir Arab Saudi, sekutu lama Hariri.

Pada Sabtu, pejabat Hubungan Internasional Hizbullah Ammar Moussawi mengatakan bahwa kelompok Syiah siap untuk mencapai pemahaman dengan "mitra kami di negara ini". Ia pun menyatakan kelompok tersebut terbuka untuk dialog dan kerjasama yang nyata dengan semua, kantor berita Lebanon NNA melaporkan.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini