Share

Pasca-Dua Minggu Pidato Pengunduran Diri, PM Hariri Akhirnya Menginjakkan Kaki di Lebanon

Putri Ainur Islam, Okezone · Rabu 22 November 2017 05:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 22 18 1818265 pasca-dua-minggu-pidato-pengunduran-diri-pm-hariri-akhirnya-menginjakkan-kaki-di-lebanon-RpbSj3zXcx.jpg

BEIRUT – Setelah didesak berkali-kali untuk pulang, akhirnya Perdana Menteri (PM) Lebanon, Said al Hariri, mendarat di ibu kota Lebanon, Beirut, menurut sebuah media Lebanon. Hariri kembali ke rumah untuk pertama kalinya sejak dia menyatakan untuk mengundurkan diri sebagai perdana menteri Lebanon dalam sebuah siaran dari Arab Saudi dan menjatuhkan negaranya ke dalam krisis politik.

Sebelum kepulangannya, Hariri sempat berada di Paris sejak Sabtu 18 November saat bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Setelah itu ia melanjutkan perjalan ke Kairo, Mesir, untuk mengadakan pertemuan dengan Presiden Mesir Abdul Fatteh al Sisi.

Dilansir dari Reuters, Rabu (22/11/2017), saat di Paris untuk bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Hariri mengatakan bahwa dia akan kembali ke Lebanon untuk ambil bagian dalam perayaan Hari Kemerdekaan.

BACA JUGA: Setelah Kunjungi Prancis, PM Lebanon Akan Bertolak ke Mesir

BACA JUGA: Pelukan Hangat Presiden Prancis Sambut Kedatangan PM Lebanon di Paris

"Di sanalah saya akan mengetahui posisi saya dalam semua masalah," kata Hariri kepada wartawan di ibu kota Prancis tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pengunduran diri PM Lebanon Said al Hariri yang mengejutkan diumumkan dari Riyadh. Hal tersebut tentunya memicu krisis politik di pemerintahan pembagian kekuasaan di Lebanon.

BACA JUGA: PM Lebanon Tunda Kepulangan untuk Kunjungi Dua Negara, Presiden Zimbabwe Ogah Lengser

Hariri mengatakan bahwa dia harus mengundurkan diri karena adannya campur tangan dalam pemerintahan Lebanon oleh Iran dan Hizbullah, sebuah kelompok Syiah, yang merupakan bagian pemerintah. Berbeda dengan pendapat Hariri, Presiden Michel Aoun dan yang lainnya mengatakan bahwa alasan Hariri untuk mundur diperkirakan adalah paksaan dari pihak Arab Saudi.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini